Kemkominfo Ajukan Permintaan Penangguhan Slot Satelit Telkom 1

Setelah mengirim notifikasi kepada ITU, Kemkominfo akan menindaklanjuti dengan mengurus administrasi penangguhan slot Telkom 1.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
5 September 2017, 17:41
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
ANTARA Foto/Reno Esnir
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) bersama Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga memberikan keterangan mengenai Satelit Telkom 1 di Jakarta, Rabu (30/8).

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyampaikan notifikasi atas rusaknya satelit Telkom 1 kepada International Telecommunication Union (ITU). Pemerintah berharap agar slot satelit Telkom 1 yang kosong selama setahun dapat ditangguhkan menunggu peluncuran satelit Telkom 4.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, permintaan telah disampaikan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika pada Senin (4/9) lalu. “Kemarin kami kirim suratnya ke ITU,” kata Rudiantara, Selasa (5/9).

Rudiantara mengatakan, penangguhan slot di orbit 180 derajat BT tersebut penting karena hendak digunakan oleh satelit Telkom- 4.   (Baca: Telkom Sewa Satelit Cina untuk Migrasi Pelanggan Telkom-1)

“Kami pastikan pemerintah fokus amankan slotnya agar pas tahun depan Telkom luncurkan satelit pengganti tidak ada masalah dari sisi penggunaan slotnya,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, setelah mengirim notifikasi, Kemkominfo akan menindaklanjuti dengan mengurus administrasi penangguhan slot Telkom 1. Kemkominfo akan bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk mengurus data-data terkait penangguhan slot tersebut.

(Baca: Telkom Minta Maaf, Gangguan Satelit Hingga 10 September 2017)

“Nanti kami dengan Telkom berdasarkan data-data Telkom menyampaikan lebih detail ke ITU,” kata Rudiantara.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan, pihaknya akan meluncurkan Telkom 4 pada Agustus 2018 mendatang dengan masa operasi 15 tahun. Satelit Telkom 4 rencananya memiliki kapasitas 60 Transponder Equivalent (TPE).

Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan Telkom 1 yang hanya memiliki 36 TPE. Nantinya, 36 transponder dari Telkom 4 akan disewakan untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara, sisanya sebanyak 24 transponder akan disewakan ke pasar India.

(Baca: Tegur Telkom, Rudiantara: Satelit Sudah Uzur Tapi Tanpa Back-up)

Saat ini, perkembangan pembangunan Telkom 4 sudah mencapai 70 persen. Rencananya, Telkom 4 akan siap diluncurkan pada pertengahan 2018.

Alex menuturkan, pihaknya akan mendorong agar proses pengerjaan satelit Telkom 4 dapat dipercepat. Rencananya, bulan depan Alex akan mendatangi pabrik pembuatan Telkom 4 untuk menghitung ulang margin waktu produksi.

Sehingga, waktu peluncuran Telkom 4 dapat lebih cepat dan dapat menggantikan Telkom 1 yang telah dinonaktifkan. “Kami akan berusaha dengan pabrikannya peluncurnya untuk bisa mempercepat. Kalau bisa lebih cepat lebih baik,” kata Alex.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait