Indonesia Minta Uzbekistan Bantu Kampanye Positif Kelapa Sawit

Uzbekistan selama ini menjadi pasar potensial ekspor dari Indonesia untuk komoditas seperti kelapa, kelapa sawit, teh, karet, kopi dan nenas.
Michael Reily
21 Agustus 2017, 14:55
Uzbekistan
Dok. Kementerian Pertanian.
Deputi Perdana Menteri Uzbekistan Zoir T Mirzaev bentermu Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kementan, Jakarta (21/8).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bertemu dengan Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Uzbekistan Zoir T Mirzaev membahas berbagai kemitraan pangan antarkedua negara. Salah satunya Indonesia berharap Uzbekistan membantu kampanye positif kelapa sawit, untuk mengimbangi kampanye negatif di pasar Eropa.

"Uzbekistan selama ini menjadi pasar potensial ekspor dari Indonesia untuk komoditas seperti kelapa, kelapa sawit, teh, karet, kopi dan nenas," kata Amran setelah bertemu dengan perwakilan Uzbekistan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (21/8).

(Baca: Perluas Pasar, Pemerintah Bentuk Komite Negosiasi dengan Pakistan)

Pemerintah mengupayakan pasar alternatif kelapa sawit, setelah muncul kampanye hitam dari Uni Eropa. Selama ini, pasar ekspor tujuan kelapa sawit meliputi India, Tiongkok, dan Eropa.

Baru-baru ini, Indonesia pun mengajak kerja sama Rusia membentuk aliansi sawit Indonesia- Rusia. Kementerian Perdagangan juga telah bersepakat dengan pihak Pakistan membentuk komite negosiasi bersama atau Joint Negotiating Committe dengan Pakistan.

(Baca: Ada Kampanye Hitam, Ekspor Sawit ke Eropa dan Amerika Tetap Tumbuh)

Selain kerja sama ekspor kelapa sawit, Indonesia dan Uzbekistan bekerja sama meningkatkan produk pertanian seperti pertukaran antara sistem irigasi dan sistem teknologi lada, rempah, dan kedelai. "Uzbekistan ingin belajar bibit lada dari kita," kata Amran.

Amran menjelaskan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras, jagung, bawang merah, dan cabai untuk memenuhi pangan penduduk Indonesia yang jumlahnya besar menjadi fokus Uzbekistan. Sehingga ada keinginan transfer teknologi antara kedua negara.

Pemerintah juga akan mengadopsi teknologi irigasi dari Uzbekistan. Alasannya, penggunaan kolam ikan seluas 1 juta hektare untuk sistem pengelolaan air irigasi tetes yang dilakukan mereka berkontribusi terhadap produksi buah dan sayuran sehingga Uzbekistan dapat mengekspor ke 80 negara.

Selain pertukaran teknologi pertanian, Amran menyebut ada kesepakatan untuk dilakukan pertukaran peneliti dan mahasiswa. Dia juga tidak lupa mengajak pihak Uzbekistan untuk berinvestasi tebu atau gula, sapi, dan jagung di Indonesia.

Amran mengatakan banyak potensi yang bisa digali dan dia berencana akan mengunjungi Uzbekistan untuk memperdalam kesepakatan. "Kami berencana untuk melakukan kunjungan balasan ke Uzbekistan pada tahun depan," ucap Amran.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait