Setnov Absen saat Pidato Jokowi di Paripurna DPR, Fadli Zon: Dia Lelah

Setya Novanto tidak hadir dalam sidang paripurna tentang penyampaian RAPBN 2018 karena masalah kesehatan.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
16 Agustus 2017, 18:38
setya novanto
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ketua DPR Setya Novanto (tengah) mengangkat tangan didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) dan Agus Hermanto (kanan) seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7).

Ketua DPR Setya Novanto tidak hadir saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan RAPBN 2018 di rapat paripurna. Padahal dalam sidang sesi sebelumnya, saat sidang tahunan MPR/DPR/DPD, Setya Novanto tampak hadir duduk di kursi pimpinan dewan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyatakan ketidakhadiran Setya Novanto karena alasan kesehatan. Fadli Zon menyatakan Novanto kelelahan sehingga tak hadir. "Agak kurang sehat, kelelahan," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

(Baca: Setya Novanto Tak Buka Sidang Tahunan Bersama DPR-DPD)

Politikus partai Gerindra tersebut menyatakan ketidakhadiran Setya Novanto secara mendadak. Dia pun mengaku tiba-tiba diminta untuk menggantikan Ketua DPR untuk membuka dan menutup rapat. "Saya juga mendadak menggantikan," kata Fadli.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan Setya Novanto sempat diperiksa oleh dokter, dan terlihat tanda-tanda kurang sehat sejak dimulainya sidang tahunan MPR/DPR/DPD.

"Sejak pagi sudah kelihatan lemas. Dia usahakan tadi waktu setelah selesai pidato Pak Zulkifli MPR dia sudah bilang: saya enggak kuat nih," kata Fahri.

(Baca: Berpakaian Adat, Presiden Jokowi Tuai Pujian di Sidang Tahunan MPR)

Dalam agenda resmi DPR RI, seharusnya Novanto memberi pidato pembukaan agenda paripurna, namun ternyata Fadli yang membuka. Sedangkan agenda sidang tahunan DPR-DPD dibuka Ketua DPD Oesman Sapta Odang (Oso).

Setya Novanto menjadi perhatian publik setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Sejak dia ditetapkan sebagai tersangka, muncul desakan untuk mundur dari jabatan Ketua DPR.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait