Anak Usaha PT PP Akuisisi Kilang Minyak di Sulawesi Senilai Rp 7 T

Anak usaha PT PP mengakuisi kilang minyak di Sulawesi Selatan senilai Rp 7 triliun dengan kepemilikan saham mencapai 74%, sedangkan sisanya akan dimiliki oleh PT Intim Prakasa.
Miftah Ardhian
7 Agustus 2017, 14:49
RUPS Tahunan PP
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana (kiri) bersama jajaran direksi.

PT PP (Persero) Tbk melalui anak usahanya yaitu PT PP Energi resmi mengakuisisi salah satu kilang minyak yang ada di wilayah Bantaeng, Sulawesi Selatan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menggandeng perusahaan swasta yaitu PT Intim Perkasa dalam merealisasikan rencana tersebut.

Direktur PT PP Abdul H Tatang menjelaskan, rencana ini sebenarnya sudah didiskusikan sejak lama. Namun, secara legal, baru bisa dieksekusi pada bulan Juni yang lalu. Kepemilikan saham anak usaha PT PP di kilang ini akan mencapai 74%, sedangkan sisanya sebesar 26% akan dimiliki oleh PT Intim Prakasa.

"Kilang minyaknya ini akan mengolah yang awalnya crude berubah menjadi bensin, pertamax, dampai dengan aspal," ujar Tatang saat konferensi pers, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (7/8).

(Baca: Incar Rp 7 Triliun, PT PP akan Jual Saham Perdana 3 Anak Usaha)

Tatang menjelaskan, kilang minyak yang berada di wilayah Bantaeng, Sulawesi Selatan membutuhkan dana sebesar Rp 6-7 triliun.  "Proses akuisisi ini akan dilakukan oleh PT PP Energi. Jadi, PT PP akan melakukan injeksi dana ke anak usaha itu," ujar Tatang.

Kapasitas kilang minyak tidak terlalu besar yakni hanya 30 ribu barel oil per day (bopd). Meskipun demikian, PT PP dikatakannya memiliki rencana untuk meningkatkan total kapasitas kilang tersebut.

Sampai dengan saat ini, PT PP telah membangun Marine Facilities dan Tangki Penyimpanan Minyak mentah sebesar 3x200.000 meter kubik untuk mendukung kinerja kilang tersebut.

Tatang mengatakan PT PP memang tertarik untuk mengakuisisi kilang minyak ini untuk memenuhi kebutuhan domestik akan produk olahan minyak mentah yang masih sangat besar. Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, proses akuisisi kilang ini guna mendongrak kinerja perusahaan.

(Baca: PT PP Incar Rights Issue Rp 8,6 Triliun)

Selama semester I-2017 ini, PT PP berhasil memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 8,1 triliun atau tumbuh 26% dibanding semester I-2016 sebesar Rp 6,4 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, laba bersih PT PP pada semester I-2017 ini mencapai Rp 631,8 miliar atau tumbuh 53% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 410 miliar. Sampai dengan akhir tahun, PT PP menargetkan perolehan laba bersih mencapai Rp 1,7 triliun.

"Pertumbuhan kinerja perusahaan merupakan sumbangan dari pilar-pilar bisnis yang memberikan keuntungan bagi perseroan," ujarnya.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait