Diterpa Isu Reshuffle, Menteri Lukman Pilih Fokus Bekerja

Menteri Lukman mengatakan memilih fokus bekerja daripada memikirkan kabar reshuffle.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
13 Juli 2017, 22:07
Lukman Agama
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin enggan berkomentar terkait wacana perombakan ulang (reshuffle) kabinet.  Lukman disebut-sebut sebagai salah satu menteri yang menjadi sasaran  program reshuffle Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. 

Lukman menyatakan hingga kini belum mendengar informasi mengenai perombakan kabinet. "Msalah reshuffle jangan tanya ke menterinya, tanya ke Pak Presiden. Beliau yang punya kewenangan untuk itu ya," kata Lukman di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (13/7).

Lukman mengatakan memilih fokus bekerja seperti yang diamanatkan oleh Jokowi ketika Lukman dilantik. "Saya mendapatkan amanah dari Bapak Presiden untuk bekerja. Jadi ya itu yang saya lakukan," kata Lukman. (Baca: Reshuffle Kabinet, Jokowi Ganti dan Kocok Ulang Posisi Strategis)

Lukman menjabat menteri agama sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama. Lukman kembali menjadi menteri agama pada masa Presiden Jokowi sejak 27 Oktober 2014 hingga sekarang.

Berdasarkan informasi yang didapat Katadata, Presiden Jokowi berencana mencopot Lukman dari jabatan Menteri Agama. Posisi Lukman kabarnya akan digantikan oleh Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Penempatan Yahya ini disebut sebagai keputusan Jokowi untuk memberikan porsi yang lebih besar bagi NU di dalam pemerintahan.

Pengamat politik dari The Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan Lukman yang berasal dari Partai  Persatuan Pembangunan dekat dengan kalangan NU. Dia pun dianggap memiliki kinerja yang cukup baik, di antaranya menerbitkan surat mengenai ketentuan ceramah agama di rumah ibadah pada akhir April lalu, untuk mencegah penyebaran radikalisme. "Dilihat dari kinerjanya, Menteri Lukman tak bermasalah," kata Karyono.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, Jokowi telah merampungkan proses perombakan kabinet pada awal pekan ini. Pembahasannya melibatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak bulan puasa dan sejumlah ketua partai politik pendukung pemerintah pada masa libur lebaran akhir Juni lalu.

(Baca: Jokowi Libatkan Wapres JK Bahas Rencana Reshuffle Kabinet)

Perombakan kabinet dikabarkan juga menyasar orang dekat Jokowi seperti Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. 

Meski kabar reshuffle kabinet makin santer terdengar, pihak Istana Presiden menolak memberikan konfirmasinya. Juru Bicara Presiden Johan Budi mengaku tidak mendapat informasi perihal rencana perombakan kabinet.

"Kalau ditanya ada reshuffle yang tahu ya Presiden atau Wapres. Saya tidak mendapat informasi itu," katanya kepada para wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Selasa petang (11/7).

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait