Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kembali Dibangun

Pinjaman dari China Development Bank (CDB) diperkirakan cair akhir Juli 2017.
Miftah Ardhian
7 Juli 2017, 13:49
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Area proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kawasan perkebunan Walini Cikalong Wetan, Jawa Barat, Jumat (17/3).

Kontruksi megaproyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kembali dimulai hari ini. Dengan dimulainya kembali pengerjaan konstruksi, pinjaman dari perbankan Tiongkok diperkirakan akan cair pada ahir Juli 2017.

Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan pengerjaan kembali akan dimulai di seluruh aspek konstruksi bangunan. Bintang mengatakan pihak pemberi pinjaman yakni China Development Bank (CDB) akan segera mencairkan dana tersebut dengan dimulainya pengerjaan konstruksi proyek. "Pinjaman setelah kami mulai (konstruksi) akan dicairkan," kata Bintang.

Bintang mengatakan dana pinjaman ini akan dicairkan bertahap. Pada tahap pertama, dana ditargetkan cair pada akhir bulan Juli 2017 sekitar US$ 1 miliar. Dia mengklaim pihaknya sudah menyelesaikan seluruh persyaratan dan tinggal mengajukannya ke pihak CDB.

(Baca: Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 53 Persen)

Pada April lalu, PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) telah menandatangani kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kontrak senilai US$ 4,7 miliar ini diteken bersama tujuh kontraktor yang tergabung dalam High Speed Railway Construction Consortium (HSRCC).

Sebelumnya, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terkendala pembebasan lahan. Sampai akhir Mei,  lahan yang sudah dibebaskan baru sekitar setengah dari yang dibutuhkan. Padahal, peletakan batu pertama (groundbreaking) sudah dilakukan sejak 21 Januari 2016.

Sebelumnya, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terkendala pembebasan lahan. Sampai saat ini, lahan yang sudah dibebaskan baru sekitar setengah dari yang dibutuhkan. Padahal, peletakan batu pertama (groundbreaking) sudah dilakukan sejak 21 Januari 2016.

(Baca: Kajian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Selesai Akhir Juli)

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, konstruksi awal proyek dikerjakan bersamaan dengan pembebasan lahan. Kebanyakan, lahan yang sudah dibebaskan ada di wilayah Walini, Karawang, Jawa Barat.

Dana untuk pembebasan lahan sebagian ditopang kontraktor Cina maupun Wijaya Karya (WIKA) yang membentuk perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). KCIC sudah menandatangani kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada awal April lalu.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait