Surat dan Bendera ISIS 'Teror' Kantor Polsek Kebayoran Lama

Selain bendera berlambang ISIS, sebuah surat yang berisi ancaman serangan teror dikirim pelaku yang hingga kini masih diselidiki kepolisian.
Yuliawati
4 Juli 2017, 14:43
bendera isis
google
Ilustrasi Bendera Isis

Sebuah bendera berlambang Negara Islam Irak-Suriah (NIIS atau ISIS) dipasang orang tak dikenal di kantor Polisi Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Selain bendera, sebuah surat yang berisi ancaman serangan teror dikirim pelaku yang hingga kini masih diselidiki kepolisian.

“Kami masih menyelidiki pelakunya, dengan memeriksa CCTV di dekat kantor polisi dan mencari saksi-saksi yang melihat peristiwa di sekitar Polsek,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisari Besar Argo Yuwono dalam pesan singkat, Selasa (4/7).

Saat ini polisi menyita bendera ISIS yang berwarna hitam bertuliskan huruf arab Lailahailallah dengan ukuran 100 cm x50 cm. 

(Baca: Anggota Brimob Ditusuk Usai Salat, Tim Gegana Ledakkan Tas Hitam)

Bendera ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas Polsek yang sedang berjaga, Brigadir Kepala Billy . Awalnya Billy mendengar suara motor yang berhenti di pinggir kantor polisi, saat dia mengecek, pengendara motor itu pergi terburu-buru.

Billy yang kemudian memeriksa sekeliling kantor polisi menemukan bendera ISIS terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran Lama. “Kemudian seluruh anggota berpatroli memeriksa sudut Polsek,” kata Argo.

Selain bendera, polisi menyita surat tulisan tangan dalam karton berwarna kuning. Surat yang dikirimkan peneror itu di antaranya menyebut polisi, TNI, Barisan Anshor Serbaguna Nadhatul Ulama dan Detasemen Khusus 88 sebagai golongan thogut atau kelompok yang melampau batas. Penulis surat meminta aparat untuk menghentikan sebutan teroris untuk mereka dan sebaliknya memberikan ancaman teror.  

"Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi. Akan kami gulingkan hukum Jahiliyah serta berhala Pancasila yang kalian banggakan," bunyi surat tersebut. 

Pemasangan bendera dan pengiriman surat teror di kantor polisi ini hanya berjarak empat hari setelah seorang simpatisan ISIS menusuk dua orang Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan pada Jumat (30/6). Lokassi masjid itu bersebelahan dengan Mabes Polri di jalan Trunojoyo. 

(Baca: Penusuk Polisi Diduga Simpatisan ISIS, Kerap Terpapar Konten Radikal)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait