Bali Bangun Empat Infrastruktur Sambut Pertemuan IMF- World Bank

Pemerintah Bali bekerjasama dengan BUMN menyiapkan empat infrastruktur menyambut Pertemuan IMF- World Bank tahun depan.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
15 Juni 2017, 10:02
Wisata Bali
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Panorama di sekitar patung Sang Hyang Ganesha di Pulau Menjangan, Buleleng, Bali, 8 Januari 2017.

Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan pembangunan empat infrastruktur untuk menyambut penghelatan akbar pertemuan International Monetary Fund (IMF)- World Bank tahun depan.

Infrastruktur yang disiapkan adalah jalan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, pekerjaan gedung VVIP Bandara Ngurah Rai Bali, hingga penambahan apron pesawat.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan akan memprioritaskan pembangunan underpass Ngurah Rai untuk mengurai kemacetan parah di simpang ini. "Paling tidak Agustus tahun depan bisa rampung," katanya ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/6).

(Baca: Jokowi Minta Jaga Keberlangsungan Pariwisata dan Kreativitas Bali)

Pembangunan infrastruktur ini rencananya akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan pelat merah. TPA Suwung, Denpasar, rencananya akan menggandeng PT. PLN (Persero), atas usulan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Tujuannya untuk mengurangi beban perusahaan lokal dalam mengelola sampah dalam jumlah besar.

"Kemungkinan dengan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), jadi nanti bisa dibuat waste energy atau inseminator," katanya.

Sementara untuk pembangunan VVIP serta apron bandara akan dikerjakan oleh BUMN operator bandara yakni PT. Angkasa Pura I (Persero). Pembangunan VVIP sedang berjalan karena kondisi bangunan yang sangat tua dan membutuhkan peremajaan secepatnya. "Kalau apron sempat dikerjakan supaya banyak pesawat masuk dan parkir," ujar Pastika.

Mangku Pastika mengatakan total kebutuhan untuk menyelenggarakan pertemuan IMF-World Bank ini mencapai Rp 1 triliun. Namun, dia menjelaskan anggaran tersebut tidak semata bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali karena melibatkan Kementerian dan Lembaga negara lainnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada tiga hal yang disasar Indonesia dari pertemuan ini. Pertama, membangun impresi bahwa Indonesia saat ini sebagai negara berkembang memiliki fokus dalam sisi pembangunan.

"Kedua, Bali karena sudah terkenal, tentu mereka akan memperkirakan (acara) ini akan terorganisasi dengan baik, diselenggarakan dengan baik dan dijamu dengan baik. Maka, kami persiapkan," ujar Sri Mulyani. (Baca: Pemerintah Bidik Tiga Target dari Pertemuan IMF-World Bank 2018)

Ketiga, memanfaatkan momentum Indonesia yang telah memperoleh peringkat layak investasi atau investment grade dari lembaga pemeringkat dunia, untuk menarik investasi.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait