Cegah Harga Anjlok, Japfa dan Charoen Beli Jutaan Ekor Ayam Peternak

Rizky Alika
24 April 2020, 16:02
bisnis peternakan ayam, pandemi corona, harga ayam anjlok
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
Peternak mengosongkan kandang karena merugi dari bisnis perternakan ayam di Desa Badal, Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/4/2020).

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan dua perusahaan besar yakni PT Japfa Comfeed dan PT Charoen Pokphan Indonesia membeli jutaan ayam broiler dari peternak mandiri. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Sugiono mengatakan tujuan kerja sama untuk mengurangi pasokan ayam di pasar sehingga harga kembali naik.

"Kami harapkan harga akan meningkat dan para peternak dapat menikmati hasil usahanya," kata Sugiono dikutip dari keterangan pers, Jumat (24/4).

Sejak pandemi corona, peternak ayam mandiri di pulau Jawa terancam gulung tikar karena berkurangnya permintaan. Kondisi ini diperparah dengan melimpahnya jumlah pasokan ayam yang menyebabkan harganya anjlok.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan PT Japfa Comfeed membeli ayam hidup broiler dari peternak mandiri kemarin. Ayam tersebut merupakan milik anggota Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi di Dramaga Tanjakan Bogor.

(Baca: Impor Daging Kerbau, Bulog Tunggu Kelonggaran dari Pemerintah India)

Pembelian ayam hidup (livebird) tersebut sebanyak 1.920 ekor dengan harga Rp 15.000 per kg. Nantinya, ayam tersebut akan didistribusikan ke rumah potong hewan unggas (RPHU) Ciomas, Bogor. Pembelian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membeli livebird sebanyak 700.000 ekor.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Charoen Pokphan telah membeli ayam broiler dari kandang Eri, seorang peternak mandiri yang berdomisili di Desa Ngabean Boja, Kendal. Jumlah ayam yang dibeli sebanyak 4.000 ekor dengan harga 15.000 per kg berat hidup.

Sementara harga kesepakatan Perkumpulan Peternak Nasional (Pinsar) di pasaran sebesar 10.000 per kg. Dengan demikian, masih ada selisih Rp 5.000 yang bisa didapatkan peternak. "Ini bagian dari komitmen 1 juta ekor ayam yang akan dibeli oleh Charoen Pokphan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur," kata Ketut.

Pembelian oleh Charoen Pokphan ditargetkan sebanyak 20.000 ekor per hari yang selanjutnya akan dipotong di RPHU Salatiga. Karkas yang dihasilkan akan diolah menjadi produk olahan ayam seperti nugget, sosis, dan produk olahan lainnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan Penandatanganan Kerjasama dengan PT Universal Agri Bisnisindo, Gopan, dan Pinsar dalam pembelian ayam ras siap potong. Hingga saat ini, sudah ada 22 perusahaan besar yang akan membantu penyerapan livebird sebanyak 4.119.000 ekor di Pulau Jawa.

Peternak ayam mandiri di pulau Jawa terancam gulung tikar seiring menurunnya permintaan akibat pandemi corona. Hal ini juga kian diperparah dengan melimpahnya jumlah pasokan ayam sehingga menyebabkan harganya anjlok.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Penjualan Ayam Anjlok 40% Imbas Corona, Peternak Terancam Gulung Tikar" , https://katadata.co.id/berita/2020/04/17/penjualan-ayam-anjlok-40-imbas-corona-peternak-terancam-gulung-tikar
Penulis: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina

(Baca: Penjualan Ayam Anjlok 40% Imbas Corona, Peternak Terancam Gulung Tikar)

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...