SKK Migas Ungkap Penyebab Pan Orient Hengkang dari Blok East Jabung

SKK Migas sempat menyatakan potensi cadangan minyak blok East Jabung mencapai 100 juta barel.
Image title
28 April 2020, 18:45
blok East Jabung, Pan Orient hengkang, Repsol
Katadata | Dok.
Ilustrasi. Pengeboran minyak lepas pantai.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mengungkapkan alasan Pan Orient Energy Corp meninggalkan wilayah kerja Blok East Jabung. Pan Orient mengambil keputusan setelah operator blok East Jabung, Repsol, tak menemukan potensi migas pada sumur Anggun-1X.

Padahal, SKK Migas sempat menyatakan potensi cadangan minyak blok East Jabung mencapai 100 juta barel. Karena tak ada potensi migas pada sumur Anggun-1X, maka pengeboran pada dua sumur lainnya tak dilanjutkan.

"Setelah dry hole, sumur Anggun-1X di WP&B 2020 secara diskusi tidak akan diteruskan," kata Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII secara virtual, Selasa (28/4).

(Baca: Operasional Merugi, Pan Orient Putuskan Keluar dari Blok East Jabung)

Fatar mengatakan jika pengeboran tetap dipaksakan, maka kemungkinan besar tak mendapatkan temuan migas sama sekali. Apalagi biaya untuk mengebor sumur mencapai US$ 30 juta.

Hingga kini Pan Orient belum mengirimkan surat secara resmi kepada pemerintah untuk mengembalikan blok East Jabung. Pan Orient memegang hak partisipasi sebesar 49%, sementara sisanya 51% dimiliki oleh Repsol.

Perusahaan telah mengumumkan keluar dari blok East Jabung melalui kanal pengumuman di bursa efek Toronto atau Toronto Stock Exchange (TSX) pada Kamis (12/3).  Pan Orient menyebutkan telah mengeluarkan dana 15,1 juta dollar Kanada (CA$), dengan rincian CA$ 3,3 juta pada tahun 2018 dan CA$ 11,8 juta pada 2019 untuk mengebor sumur Anggun-1X.

Dalam laporan keuangan 2019, Pan Orient memaparkan mengeluarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk Blok East Jabung sebesar CA$ 12,22 juta, naik 264% dibanding realisasi capex 2018.

Di saat yang sama, operasi Pan Orient di Thailand justru membuahkan hasil, dengan kegiatan pengeboran di sumur L53-DD6ST2 pada 15 Februari hingga 6 Maret 2020 menghasilkan produksi sebesar 409 barrel oil per day (bopd), dengan biaya yang mampu ditekan hingga 55% menjadi US$ 6,16 per barel.

Atas hasil yang positif pada aktivitasnya di Thailand, Pan Orient berencana menggelontorkan dana sebesar CA$ 10 juta, dengan potensi penambahan CA$ 2 juta.

(Baca juga: SKK Migas: Cadangan Blok East Jabung Bisa Mencapai 100 Juta Barel)

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait