Mundurnya Hanafi Rais dan Beda Arah Politik di Keluarga Amien Rais

Mumtaz Rais mengaitkan pengunduran diri Hanafi ada dengan hasil Kongres PAN V
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
6 Mei 2020, 19:58
Hanafi Rais mundur, Mumtaz Rais, beda politik PAN, Amien Rais
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Amien Rais dan Zulkifli Hasan saat Rakernas PAN di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Mundurnya Hanafi Rais dari Partai Amanat Nasional  (PAN) dan anggota DPR menunjukkan perbedaan politik di keluarga Amien Rais. Mundurnya Hanafi terkait dengan kepemimpinan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, yang berada di kubu berlawanan dengan Amien Rais saat Kongres PAN V di Kendari pada Februari lalu.

Adik kandung Hanafi, Mumtaz Rais, kecewa dengan keputusan politik yang diambil kakaknya dan menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Mumtaz yang merupakan menantu Zulkifli Hasan saat kongres PAN berpihak kepada Zulkifli.

"Sebagai rekan berpartai sungguh kami sangat menyayangkan keputusan tersebut," kata Mumtaz dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/6).

(Baca: Hanafi Rais Mundur dari DPR dan PAN, Masih Dianggap Kader Partai)

Mumtaz lantas mengaitkan pengunduran diri Hanafi ada dengan hasil Kongres PAN V. Menurut Mumtaz, Hanafi seharusnya dapat arif dan bijaksana menyikapi hasil kongres yang memenangkan Zulkifli Hasan.

Terlebih, Zulhas memenangkan pemilihan tersebut dengan selisih 106 suara. "Itu adalah kemenangan yang mutlak," kata Mumtaz.

Menurut Mumtaz, sikap politik yang ditunjukkan Hanafi dan saudara lainnya yakni Hanum Rais dan Tasniem Rais tidak akan berpengaruh kepadanya. Sebab, Mumtaz menilai jalan yang diambilnya sudah berbeda dengan ketiga saudaranya itu sejak insiden Pandean pada Februari 2020 lalu.

Dia pun menyatakan diri memahami tata krama, meski cukup muda dalam berpolitik. "Saya tidak menganut mental mutungan, cengeng, dan melodramatik dalam berjuang untuk kebaikan," kata Mumtaz.

(Baca: Putra Amien Rais Dikabarkan Mundur dari DPP PAN dan DPR)

Hanafi membuat surat pengunduran diri dari kepengurusan PAN dan sebagai anggota DPR RI pada Selasa (5/5). Dalam suratnya, Hanafi menilai partai berlambang matahari itu sudah melewatkan momentum memperbaiki diri. Dia juga mengatakan sikap PAN yang cenderung lunak kepada pemerintah jadi salah satu alasannya mundur.

“Bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan,” kata Hanafi.

Dia sebenarnya berharap PAN dapat menjaga keutuhan dan menegakkan prinsip keadilan. Apalagi partai ini sebelumnya telah melewati kongres yang dipenuhi kekerasan.

“Kita semua tahu PAN telah melewati kongres yang sarat dengan kekerasan dan mecoreng wajah sendiri,” katanya.

(Baca: Zulkifli Hasan Kembali Pimpin PAN, Begini Kronologi Ricuh Kongresnya)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait