Didukung 194 Negara, Majelis WHO Sepakat Evaluasi Penanganan Covid-19

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan evaluasi penanganan corona termasuk audit kinerja WHO.
Yuliawati
19 Mei 2020, 21:53
WHO, evaluasi penanganan covid-19, penyelidikan asal usul corona
Situs WHA
Pertemuan World Health Assembly sebelum pandemi corona.

World Health Assembly (WHA) atau Majelis Kesehatan Dunia, badan yang mengatur WHO, menyepakati resolusi mengenai evaluasi independen atas respons dunia internasional terhadap pandemi corona atau Covid-19, Selasa (19/5). Sebanyak 194 negara yang merupakan seluruh anggota WHO mendukung resolusi yang diajukan oleh Uni Eropa dan Australia.

Tak satu pun dari seluruh anggota WHO mengajukan keberatan atas resolusi tersebut. “Apakah Majelis Kesehatan (Dunia) siap untuk mengadopsi rancangan resolusi seperti yang diusulkan? Karena saya tidak melihat ada yang keberatan dan resolusi itu diadopsi," kata Presiden Majelis Kesehatan Dunia, Keva Bain, dikutip dari Reuters.

(Baca: Kinerja WHO dalam Sorotan, Apa Perannya selama Pandemi Corona?)

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan evaluasi penanganan corona termasuk audit kinerja WHO. "Termasuk tapi tidak terbatas hanya pada kinerja WHO," kata Tedros memberikan pernyataan virtual.

Tedros mengatakan WHO menginginkan akuntabilitas dan bahwa organisasinya akan terus "memberikan kepemimpinan strategis" kepada dunia mengenai masalah penanganan corona.

Selama dua hari pada Senin-Selasa, 18 dan 19 Mei, Majelis Kesehatan Dunia mengadakan pertemuan tahunan secara virtual. Agenda utama membahas resolusi mengenai penyelidikan independen terhadap virus corona. Sejak satu bulan terakhir Presiden AS Donald Trump mengemukakan perlunya audit dalam penanganan corona.

(Baca: 116 Negara Termasuk Indonesia Dukung Penyelidikan Asal Usul Covid-19 )

Pada hari pertama rapat tahunan tersebut, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengampaikan dukungan terhadap evaluasi menyeluruh terhadap penanganan virus corona secara global setelah pandemi mereda.

Jinping mengharapkan evaluasi berjalan secara objektif, adil, dan professional, tanpa ada yang disudutkan. Dalam pidatonya tersebut, Jinping tak memberikan pendapatnya mengenai usulan penyelidikan asal usul virus Corona yang kerap dikemukakan Australia.

Sebelum keputusan mengenai resolusi, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan dalam draft resolusi tak menyebutkan secara spesifik mengenai pengusutan asal usul Covid-19, namun pengusutan sumber virus sebagai bagian dari pekerjaan yang perlu dilakukan. 

“Ini menetapkan serangkaian langkah yang perlu diambil sehubungan dengan Covid-19 di antaranya pemeriksaan asal-usul virus corona itu sendiri juga,” katanya.

Dalam rancangan resolusi yang disusun Australia dan Uni Eropa, mereka meminta Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bekerja erat dengan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, Makanan dan Organisasi Pertanian PBB dan negara-negara untuk "mengidentifikasi sumber zoonosis virus".

Resolusi tersebut juga meminta pemeriksaan "rute penyebaran manusia, termasuk kemungkinan peran inang perantara".  Payne mengungkapkan Australia secara khusus meminta penyelidikan virus corona secara internasional dilakukan dengan "tidak memihak, independen dan komprehensif".

(Baca: Uni Eropa Ingin Investigasi Independen Usut Asal Mula Covid-19

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait