Pramugari Qatar Airways Gunakan APD, Seragam Baru di Era New Normal

Selain Qatar Airways, AirAsia juga mengubah seragam pramugari dengan setelan mirip hazmat atau APD.
Yuliawati
20 Mei 2020, 10:55
maskapai penerbangan, pandemi corona, Qatar, new normal
CNN.com
Seragam baru era new normal di industri penerbangan, Qatar Airways dilengkapi hazmat.

Maskapai penerbangan Qatar Airways menyiapkan protokol baru menghadapi era new normal di tengah pandemi virus corona. Para pramugari Qatar kini menanggalkan seragam lamanya menggantinya dengan setelan hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD) selama penerbangan.

Selain mengenakan APD, para pramugari juga mengenakan masker, kacamata dan sarung tangan selama penerbangan. Seragam mereka yang berwarna putih, mirip dengan APD para petugas medis di rumah sakit.

Sementara para penumpang wajib menggunakan penutup wajah atau masker di semua penerbangan mulai 25 Mei. Selain itu, di dalam maskapai akan dilengkapi dengan botol pembersih tangan atau hand sanitizer, yang dapat digunakan oleh awak kabin dan penumpang.

"Kami memperkenalkan langkah-langkah keamanan tambahan di atas penerbangan kami untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan penumpang dan awak kabin kami, dan untuk membatasi penyebaran virus corona," kata Kepala Eksekutif Qatar Airways Group Akbar Al Baker, Selasa (19/5) dikutip dari CNN.

(Baca: Kemenhub Sanksi Batik Air akibat Langgar Protokol Pencegahan Corona)

Qatar menerapkan langkah ini setelah beberapa minggu sebelumnya Philippines Airlines dan AirAsia meluncurkan seragam baru yang merupakan kombinasi APD.

Seragam AirAsia didesain oleh perancang busana Filipina, Puey Quinones. Seragam menyerupai APD ini memiliki warna merah sesuai logo perusahaan. Seragam itu dilengkapi dengan pelindung wajah, penutup kepala, sarung tangan, masker, serta celana panjang dan baju lengan panjang.

Chief Safety Officer AirAsia Ling Liong Tien mengatakan maskapai telah siap melayani penerbangan domestik di Filipina. Karena itu awak kabin akan mengadopsi langkah pemakaian APD untuk keamanan dan keselamatan penumpang. “Saat berada di pesawat, Anda akan senang mengetahui semua awak kabin kami mengenakan peralatan pelindung, termasuk masker dan sarung tangan,” kata Kapten Ling.

Langkah lain juga akan diambil perusahaan di tengah pandemi corona. Salah satunya, meminta para penumpang untuk mengenakan masker sebelum, selama, dan setelah penerbangan.

Advertisement

(Baca: Aturan Baru Maskapai di Dunia: Wajib Pakai Masker hingga Baju Hazmat)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait