Luhut Incar Turis Asing Berkantong Tebal Kunjungi Indonesia

Berdasarkan hasil survei, turis asing dari kalangan berduit menjadi semakin banyak.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
12 Juni 2020, 20:38
Luhut, turis asing kantong tebal, pascapandemi
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengincar para turis asing berkantong tebal mengunjungi Indonesia.

Pemerintah rencana memulihkan sektor pariwisara dan ekonomi kreatif yang terpuruk selama pandemi virus corona atau Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan untuk cepat memulihkan kembali sektor pariwisata maka perlu mendorong lebih banyak turis yang berkantong tebal mengunjungi Indonesia.

Pemerintah tak hanya menaikkan target wisatawan domestik, namun juga asing. "Kami mau meningkatkan porsi penerimaan negara dari wisatawan domestik dari awalnya 55% jadi 70%. Serta mendorong wisata asing kelas A dan B," kata Luhut dalam dalam webinar yang disiarkan di YouTube Kemenko Maritim dan Investasi,  Jumat (12/6).

(Baca: Memoles Wajah Pariwisata Era Normal Baru

Para turis biasa dibedakan atas tiga kriteria yakni A, B dan C. Kategori A dan B merupakan turis dengan pengeluaran tinggi, sedangkan kategori B dan C merupakan turis asing dengan pengeluaran menengah dan rendah.

Turis kategori A biasanya datang dari negara-negara yang lebih maju seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia dan Selandia Baru. Para turis ini saat menginap di Indonesia menginap di hotel berbintang.

"Kami mau megurangi turis kelas C, karena dari hasil survei trennya banyak turis yang 'berada' yang akan datang, karena ongkos. Oleh karena itu persiapan kita harus baik," kata Luhut.

(Baca: Strategi Startup OYO, RedDoorz, Bobobox Bertahan di Tengah Pandemi)

Luhut juga mengatakan mendorong pemasaran produk lokal untuk para turis asing melalui program desa wisata One Village One Product.
Dia menyebutkan di sekitar Danau Toba terdapat 10 desa yang menjadi percontohan One Village One Product. "Tolong Bupati sekeliling Danau Toba lihat ini dan bisa dibantu biar berjalan ke depan," kata dia.

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tempat wisata, Luhut menyebutkan bakal memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat di antaranya melalui program Kartu Prakerja.
 
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16,1 juta sepanjang 2019. Meski naik 1,9% dari tahun sebelumnya, jumlah itu meleset dari target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni 18 juta kunjungan.
 
Tak hanya 2019, realisasi kunjungan wisatawan mancanegara belum pernah mencapai target dalam empat tahun terakhir. Jumlahnya kurang 500 ribu dan satu juta kunjungan pada 2016 dan 2017. Kekurangannya pun semakin lebar pada tahun berikutnya, yakni 1,2 juta kunjungan.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menurunkan target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2020 menjadi 17 juta kunjungan.

(Baca: Kadin Sebut Pemulihan Bisnis Hotel Butuh Waktu Setahun Pascapandemi)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Yuliawati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait