PSBB Dilonggarkan, Penumpang Pesawat Domestik Melonjak 791% pada Juni

Jumlah penumpang udara domestik dan internasional periode Januari 2020-Juni 2020 masih turun dibandingkan tahun lalu.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
3 Agustus 2020, 14:51
pesawat, jumlah penumpang, BPS, PSBB
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juni 2020 sebanyak 775,5 ribu orang atau naik 791,38% dibanding Mei 2020 yang tercatat sebesar 87 ribu. Kenaikan seiring pelonggaran pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di beberapa daerah.

Peningkatan jumlah penumpang pesawat terjadi di semua bandara utama seperti penumpang yang melalui Bandara Juanda-Surabaya naik 1.087,04%, Kualanamu-Medan 694,44%, Soekarno Hatta-Banten 534,18%, Hasanuddin-Makassar 504,48%, dan Ngurah Rai-Denpasar 375%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno Hatta-Banten yaitu 174 ribu orang. "Jumlah tersebut 22,49% dari total penumpang domestik," kata Suhariyanto dalam konferensi virtual, Senin (3/8).

Kemudian, diikuti jumlah penumpang melalui Juanda-Surabaya sebanyak 64 ribu orang. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri sebanyak 18 ribu orang atau naik 54,7%. Peningkatan jumlah penumpang ke luar negeri terbanyak melalui  Bandara Kualanamu-Medan naik 100%, Soekarno Hatta-Banten 56,99%, dan Juanda-Surabaya 33,33%.

Namun, ada penurunan jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai-Denpasar 43,75%. Sedangkan, Bandara Hasanuddin-Makassar tetap tak ada penumpang penerbangan internasional pada periode tersebut.

Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Banten yaitu mencapai 14,6 ribu orang atau 80,66% dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 900 orang atau 4,97%.

Meski demikian, Suhariyanto mengungkapkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara domestik maupun internasional masih menurun secara kumulatif Januari 2020-Juni 2020. Jumlah penumpang udara domestik tercatat 18,4 juta orang atau turun 49,67% dari periode sama tahun lalu 36,5 juta. Sedangkan jumlah penumpang udara ke luar negeri sebanyak 3,4 juta orang atau turun 61,66%. "Baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing," ujarnya,

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri juga naik 134,1% menjadi 645,4 ribu orang. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Balikpapan naik menjadi 4 ribu orang, Makassar naik menjadi 2 ribu orang, dan Tanjung Priok naik menjadi 100 orang.

Sebaliknya, penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 100%. Sedangkan Pelabuhan Belawan masih sama seperti bulan sebelumnya relatif tidak ada penumpang.

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut  mencapai 22,7 juta ton atau naik 4,58% dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak 30,56%, Panjang 26,56%, Tanjung Priok 5,4%, Balikpapan 4,35%, dan Makassar 3,71%.

Tak hanya penumpang angkutan udara dan laut, jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera tercatat sebanyak 9,3 juta orang, naik 69,4%. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju alias commuter yaitu sebanyak 8,6 juta orang atau 92,48% dari total penumpang kereta api.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera masing-masing naik 69,21%, 70,68%, dan 125%.

Adapun jumlah barang yang diangkut kereta api  sebanyak 3,3 juta ton, naik 6,12%. Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,4 juta ton atau 74,02% dari total barang yang diangkut dengan kereta api. Peningkatan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa nonJabodetabek dan sumatera masing-masing naik 25,11% dan 0,75%.

Pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 membuat drop dunia penerbangan. Di masa awal pandemi, selama 12 minggu jadwal tren keberangkatan mengalami cenderung menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini tampak sejak 6 Januari hingga 23 Maret 2020, berikut dalam databoks:

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait