SKK Migas Percepat Proses Produksi dari Temuan Tiga Lapangan Migas

SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS terus bekerja sama untuk menambah cadangan migas.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
6 Agustus 2020, 13:53
SKK Migas, temuan lapangan migas, Texcal Mahato, Medco E&P Natuna, Pertamina EP
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi lapangan migas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas berupaya mempercepat proses produksi tiga lapangan migas yang ditemukan pada kuartal I 2020. Satu dari temuan tiga lapangan migas tengah dalam proses rencana pengembangan lanjutan (PoD).

SKK Migas menyebut tiga lapangan migas yang terdiri dari satu temuan cadangan minyak dan dua cadangan gas menunjukkan kemajuan yang signifikan. "Sudah ada progres yang menggembirakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, kepada Katadata.co.id, Kamis (6/8).

Susana mengatakan mencontohkan Texcal Mahato yang telah merampungkan pengeboran sumur eksplorasi PB-2 Blok Mahato. Dari hasil pengeboran tersebut saat ini SKK Migas tengah memproses persetujuan PoD pertama pengembangan lapangan dengan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan pemerintah daerah.

Kemudian, PT Medco E&P Natuna yang telah mengebor sumur Bronang-2 di Blok South Natuna Sea Blok B. Adapun tahapan yang saat ini tengah dikerjakan operator dan Divisi Teknologi dan Pengembangan Lapangan SKK Migas yakni membahas proses lanjutan untuk mempercepat kegiatan produksi di lapangan tersebut.

Berikutnya, PT Pertamina EP (PEP) yang telah merampungkan pengeboran sumur Wolai-002 di Banggai, Sulawesi Tengah. Adapun tahapan yang akan dikerjakan yakni rencana pengembangan lanjutan, Pertamina akan melakukan pemboran sumur North Wolai-1 di triwulan 4 2020.

Lebih lanjut, menurut Susana, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS terus bekerja sama untuk menambah cadangan migas. Salah satunya yakni dengan berusaha mempercepat transformasi dari sumber daya (resource) menjadi produksi, termasuk pada ketiga sumur tersebut. "Percepatan kegiatan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program 1 juta barel pada tahun 2030," kata dia.

Temuan cadangan di tiga lapangan migas pada kuartal I 2020 tersebut memiliki potensi cadangan setelah dibor mencapai 136,5 juta barel setara minyak (BOE).

Berdasarkan catatan SKK Migas, satu temuan diperoleh Texcal Mahato yang merampungkan pengeboran sumur eksplorasi PB-2 Blok Mahato, dengan temuan cadangan sebanyak 61,8 juta barel minyak. Tahun lalu perusahaan juga uji coba pengeboran sumur eksplorasi PB-1, namun belum mendapat hasil tes yang konklusif.

Berikutnya, PT Medco E&P Natuna yang telah mengebor sumur Bronang-2 dengan temuan cadangan sebesar 79 miliar kaki kubik gas (BCFG). Penemuan gas Lapangan Bronang ini nantinya akan menjadi penunjang pengembangan Lapangan Forel, yang berpotensi menambah produksi hingga 10.000 barel minyak per hari (BOPD).

Terakhir, PT Pertamina EP (PEP) yang telah merampungkan pengeboran sumur Wolai-002 di Banggai, Sulawesi Tengah. Hasil dari pengeboran tersebut menunjukan temuan cadangan sebesar 333,6 miliar kaki kubik gas (BCFG).

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait