Inggris Masuk Jurang Resesi, Ekonomi Akan Kembali Normal di Akhir 2021

Inggris mengalami resesi secara teknis akibat berhentinya kegiatan ekonomi di sektor jasa.
Yuliawati
12 Agustus 2020, 15:49
Perdana Menteri Boris Johnson dan Anggota Parlemen Partai Konservatif untuk Broxtowe Darren Henry mengendarai sepeda mereka di Canal Side Heritage Center, setelah pemerintah mengumumkan rencana baru membuat masyarakat bersepeda, ditengah wabah penyakit vi
ANTARA FOTO/REUTERS/Rui Vieira/Pool /pras/dj
Perdana Menteri Boris Johnson dan Anggota Parlemen Partai Konservatif untuk Broxtowe Darren Henry mengendarai sepeda mereka di Canal Side Heritage Center, setelah pemerintah mengumumkan rencana baru membuat masyarakat bersepeda, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Beeston dekat Nottingham, Inggris, Selasa (28/7/2020).

Perekonomian Inggris mengalami kontraksi sebesar 20,4% pada kuartal kedua tahun ini. Kondisi ini menyebabkan Inggris pertama kalinya sejak 11 tahun lalu masuk ke jurang resesi secara teknis atau mengalami penurunan ekonomi dua kuartal berturut-turut.

Kantor Statistik Nasional Inggris atau ONS mengatakan ekonomi akan bangkit kembali pada Juni karena aturan pembatasan pergerakan yang diterapkan pemerintah mulai berkurang.

"Ekonomi mulai bangkit kembali pada bulan Juni dengan pembukaan kembali toko, pabrik mulai meningkatkan produksi, dan proses pembangunan perumahan rumah terus pulih," kata Deputi ahli statistik nasional untuk statistik ekonomi, Jonathan Athow, dikutip dari BBC, Rabu (12/8).

Meski ekonomi akan membaik pada Juni, namun Produk Domestik Bruto diperkirakan hanya seperenam di bawah posisi pada Februari atau sebelum merebaknya pandemi virus corona.

ONS mencatat penurunan ekonomi terbesar karena anjloknya sektor jasa di Inggris. Sektor tersebut selama ini menggerakkan empat perlima ekonomi di Inggris.  Selama pandemi sektor jasa menyusut karena tutupnya toko, hotel, restoran, sekolah dan bengkel mobil.

Bank of England telah mencatat bahwa pengeluaran sosial seperti makan di luar, pergi ke konser atau menonton pertandingan sepak bola, adalah pendorong pertumbuhan yang lebih besar di Inggris daripada Amerika atau wilayah Eropa lainnya.

Dikutip dari York Shire Eveningpost online, Bank of England pekan lalu memperingatkan Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari perkiraan sebelumnya. Ekonomi diperkirakan tidak akan kembali ke level sebelum pandemi corona hingga akhir 2021.

Menurut perkiraan awal, ekonomi Inggris akan turun lebih parah dibandingkan negara-negara  maju lainnya. Namun, ternyata ekonomi Inggris masih lebih baik dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang juga mengalami resesi teknis. Pertumbuhan ekonomi AS minus 32,9% pada kuartal kedua.

Namun, penurunan ekonomi Inggris memang lebih buruk dibandingkan Jerman, Perancis dan Italia yang juga mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal kedua minus 10,1%, sebelumnya pada kuartal pertama ekonomi negara tersebut minus 2%.

Perancis pada kuartal II tahun 2020 tercatat minus 13,8% dan pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan ekonominya minus 5,9%. Adapun pertumbuhan ekonomi Italia minus 17,3%, padahal pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di Italia juga minus 5,5%.

Berikut grafik databoks penurunan ekonomi beberapa negara:

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait