Sri Mulyani Ingin Penerima Beasiswa LPDP Kedokteran dari Luar Jawa

Akses layanan kesehatan yang belum merata di seluruh pelosok Tanah Air.
Agatha Olivia Victoria
12 Agustus 2020, 18:36
beasiswa, LPDP, Sri Mulyani,
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto wefie bersama mahasiswa saat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Bali, Jumat (20/1/2017).

Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dibiayai oleh negara masih terkonsentrasi di Pulau Jawa terutama untuk studi dokter spesialis. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap penerima beasiswa dokter spesialis dapat merata dari berbagai daerah.

Apalagi tantangan di bidang kesehatan Indonesia adalah akses layanan kesehatan yang belum merata di seluruh pelosok Tanah Air. "Sesuai dengan tujuan nasional menciptakan pelayanan kesehatan yang merata dan adil," kata Sri Mulyani dalam Penandatanganan MoU Pengembangan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Rabu (12/8).

Selain itu, Sri Mulyani menuturkan tantangan yang dihadapi LPDP di dalam memberikan beasiswa dokter spesialis adalah keterbatasan kuota mahasiswa yang dapat ditampung di tiap universitas. Ini berarti kebutuhan pendidikan dokter spesialis sangat perlu ditingkatkan di seluruh universitas di Indonesia tanpa menurunkan kualitasnya.

Sejak 2014 hingga 2019, LPDP berhasil merekrut 594 dokter umum untuk dididik atau menempuh pendidikan spesialis di berbagai bidang. Pemiihan bidang untuk LPDP selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan selaku pemangku kepentingan atas profesi kesehatan ini.

Adapun LPDP, sambung dia, turut melakukan upaya untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19. Sebanyak 205 penerima beasiswa hingga alumni LPDP tercatat berkontribusi dalam menangani pandemi Covid-19.

"Para awardee ini mereka adalah yang terlibat di bidang medis, perumusan kebijakan, peneliti, pengembang IT, edukasi, dan komunikasi," ujarnya.

Bahkan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengungkapkan bahwa penerima beasiswa LPDP tersebut turut ikut dalam gugus tugas inisiasi donasi bantuan dalam menghadapi Covid-19. Salah satu penerima beasiswa LPDP pun menjadi bagian dalam pengembangan vaksin corona yang dilakukan oleh Unversity of Oxford di Inggris.

Ia berharap, LPDP tidak akan bergerak sendiri dalam menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki. LPDP harus bekerja sama dengan berbagai pihak agar RI semakin bisa mencetak manusia berkualitas dan menjadi bagian untuk meraih cita-cita Indonesia yang adil dan makmur.

Ini adalah bagian untuk mengisi bonus demografi yang kemudian memanfaatkan masyarakat dan penduduk Indonesia kelompok usia produktif. "Agar mereka bisa membangun masyarakat Indonesia dan bisa menjadi solusi untuk memperbaiki kesejahteraan," kata dia.

Berdasarkan data BPS, jumlah dokter di Indonesia pada 2019 sebanyak 81.011 orang. Persebaran terbanyak masih terpusat di Pulau Jawa, yaitu di DKI Jakarta sebanyak 11.365 orang, Jawa Timur 10.802, Jawa Tengah 9.747, dan Jawa Barat 8.771. Berikut grafik databoks persebaran dokter:

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait