Naik Turun Hubungan dengan AS, Prabowo Sempat Ditolak Kini Diundang

Prabowo diundang Menhan AS Mark Esper untuk membahas kerjasama bilateral bidang pertahanan.
Yuliawati
8 Oktober 2020, 15:04
Prabowo Subianto, diundang ke AS, menteri pertahanan
Instagram/@prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencoba kendaraan taktis (rantis) buatan PT Pindad (Persero), bernama Maung 4x4, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/7).

Setelah pernah menolak kunjungan Prabowo Subianto, kini pemerintah Amerika Serikat menyampaikan undangan resmi. Juru bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo akan berkunjung ke negara Paman Sam pada 15-19 Oktober atas undangan Menteri Pertahanan AS Mark Esper.

"Undangan ini untuk melanjutkan pembicaraan detail terkait kerjasama bilateral bidang pertahanan," kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10).

Dahnil menjelaskan keberangkatan Prabowo untuk membicarakan kerjasama di bidang pertahanan bukan kali ini saja. Sebelum undangan dari AS, Prabowo juga pernah ke Rusia hingga Turki membahas kerja sama di sektor pertahanan.

Dahnil memastikan Prabowo Subianto akan memenuhi undangan resmi dari pemerintah Amerika Serikat tersebut. "Sesuai prinsip politik bebas aktif dan tidak terlibat aliansi militer dengan negara mana pun, namun menjaga kedekatan yang sama dengan semua negara," kata dia.

Prabowo tak lagi dilarang masuk ke AS sejak dia dilantik sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Prabowo sudah bersilaturahmi dengan perwakilan AS seusai menjadi Menhan. “Sejak jadi Menhan ada beberapa negara yang bersilahturahmi kepada Pak Prabowo, termasuk dari tim AS,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Dasco juga menyebut Prabowo telah diundang untuk berkunjung ke negeri Paman Sam. Meski demikian, Prabowo masih belum bisa memenuhi undangan tersebut. Menurut Dasco, Prabowo masih sibuk menata dan mempelajari jabatan barunya sebagai Menhan.

Prabowo pun masih harus membuat rencana-rencana kerjanya untuk lima tahun mendatang. “Sehingga rencana ke luar negeri itu, termasuk ke AS belum terjadwalkan,” kata Dasco. Untuk diketahui, Prabowo sempat ditolak masuk ke AS pada 2000.
Ketika itu, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo saat dirinya ingin menghadiri wisuda anaknya di salah satu universitas di Boston. Meski demikian, tak jelas alasan AS menolak visa Prabowo saat itu.

Merujuk laporan New York Times pada Maret 2014, Washington sempat menjauhkan diri dari para pendukung mantan Presiden Soeharto, termasuk Prabowo, usai kejatuhan rezim Orde Baru.

Prabowo pernah mengungkapkan bahwa ia ditolak masuk ke AS pada 2000. Pada saat itu, ia ingin menghadiri wisuda anaknya, Ragowo Hediprasetyo (Didit Hediprasetyo), yang kuliah di salah satu universitas di Boston, AS.

Tidak jelas alasan Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo pada waktu itu. Namun, laporan New York Times pada Maret 2014 menyebut Washington DC sempat menjauhkan diri dari para pendukung mantan Presiden Soeharto pasca-kejatuhan rezim Orde Baru.

Dalam wawancara dengan Reuters , Prabowo mengatakan, ia masih ditolak masuk ke AS pada 2012. Sumber Reuters menyebut penolakan terhadap Prabowo terkait dugaan kerusuhan Mei 1998 dan penculikan aktivis mahasiswa. Namun, Prabowo membantah semua tuduhan itu.

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait