Vaksin Flu di Korsel untuk Cegah Covid-19 Berujung Maut Belasan Orang

Korea Selatan dan banyak negara lain menganggap vaksinasi flu tahunan sebagai upaya penting untuk mencegah virus corona.
Yuliawati
22 Oktober 2020, 16:19
vaksin virus corona, pandemi corona, vaksin flu, korea selatan
ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter/AWW/dj
Seorang pria berada di laboratorium pembuat vaksin milik China Sinovac Biotech, mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) dengan percobaan, selama kunjungan media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, Kamis (24/9/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Sebanyak 13 warga Korea Selatan meninggal setelah menerima suntikan vaksin influenza dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Korea Selatan sedang menyelidiki kematian misterius 13 orang tersebut yang menyebabkan kepanikan di masyarakat.

Para pejabat mengatakan bahwa kematian mungkin disebabkan oleh anafilaksis atau reaksi alergi yang serius, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Kami belum menemukan hubungan langsung antara kematian dan vaksin, atau hubungan antara kematian dan efek samping yang dilaporkan setelah suntikan flu,” kata Jung Eun-kyeong, komisaris Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea dikutip dari New York Times, Kamis (22/10).

Dilaporkan BBC, Profesor Kim Jun-kon, yang memimpin tim investigasi kematian ini mengatakan bahwa penyelidikan sejauh ini telah menyimpulkan bahwa kematian tersebut bukanlah akibat dari suntikan flu. Pemeriksaan post-mortem sedang dilakukan sekaligus akan memeriksakan Covid-19.

Pemerintah Korea Selatan terus berkampanye penggunaan vaksinasi flu untuk mencegah kelebihan beban sistem perawatan kesehatan negara itu di tengah pandemi virus corona. Apalagi kedua virus memiliki gejala infeksi awal yang serupa, seperti demam dan batuk.

Korea Selatan dan banyak negara lain menganggap vaksinasi flu tahunan sebagai upaya penting untuk mencegah virus corona, terutama untuk anak-anak, orang tua, wanita hamil, dan tenaga medis. Para pejabat mengumumkan rencana untuk memperoleh 20% lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin ini dibandingkan tahun lalu untuk menyuntikkan kepada 30 juta orang atau lebih dari setengah populasi negara itu.

Sejauh ini sekitar 13 juta orang di Korea Selatan telah menerima suntikan flu. Kasus kematian pertama dialami seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang meninggal dua hari setelah menerima suntikan flu. Kematian lainnya yang dilaporkan semuanya adalah lansia. Setidaknya delapan orang berusia 70-an atau 80-an yang meninggal setelah vaksin flu.



Reuters menyebut program vaksin ini sempat ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan sekitar 5 juta dosis vaksin yang seharusnya disimpan di lemari es sempat terpapar pada suhu ruangan saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin flu di Korea Selatan berasal dari berbagai sumber. Produsen vaksin flu di Korsel termasuk produsen lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi dan Glaxosmithkline asal Inggris.

Distributor vaksin flu di Korsel termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., yang merupakan bagian dari Boryung Pharm Co. Ltd. GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar perihal adanya orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu. Sementara itu, Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Editor: Yuliawati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait