50 Juta Warga Tiongkok Akan Disuntik Vaksin Corona Sebelum Imlek 2021

Tiongkok menargetkan memberikan 50 juta dosis pertama ditargetkan selesai pada pada 15 Januari 2021.
Yuliawati
18 Desember 2020, 16:58
vaksin virus corona, pandemi corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Adriano Machado/foc/cf
Sinterklas di dalam balon plastik, menyapa seorang anak di sebuah pusat perbelanjaan di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Brasilia, Brazil, Selasa (15/12/2020).

Tiongkok akan menyuntikkan vaksin virus corona kepada 50 juta warganya yang ditargetkan selesai sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada Februari 2021. Beijing mengantisipasi penyebaran virus corona pada perayaan tradisi masyarakat Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok mengadakan pertemuan mengundang pejabat dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di seluruh negeri pada Rabu lalu. Salah satu seorang spesialis kesehatan  yang mengikuti pertemuan tersebut kepada South China Morning Post (SCMP) mengatakan sebanyak 100 juta dosis vaksin buatan perusahaan Tiongkok, Sinopharm dan Sinovac, yang akan digunakan untuk penyuntikan massal tersebut.

Tiap orang yang disuntik memerlukan dua dosis vaksin yang diberikan pada waktu berbeda. Pemberian 50 juta dosis pertama ditargetkan selesai pada pada 15 Januari dan dosis kedua pada 5 Februari.

Tahun Baru Imlek di Tiongkok berpotensi menyebarkan penyakit menular. Pada 2003, penyebaran  wabah sindrom pernafasan akut yang parah atau SARS ke berbagai bagian kabupaten di Tiongkok ketika ratusan juta orang pulang ke rumah untuk hari libur nasional. Tahun lalu, Beijing mengunci Wuhan untuk mencegah penyebaran corona.

Pemberian vaksin diprioritaskan kepada pekerja kesehatan, petugas polisi, petugas pemadam kebakaran, petugas bea cukai, pengurus kargo, pekerja transportasi dan logistik, petugas pengawas perbatasan, staf panti jompo, pengurus, pekerja sanitasi dan pekerja utilitas.

"Mereka juga termasuk orang-orang yang perlu bepergian ke luar negeri untuk bekerja atau belajar," kata laporan SCMP.Adapun penyuntikan untuk masyarakat umum diperkirakan baru akan dimulai setelah Tahun Baru Imlek.

Pemerintah Tiongkok telah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin produksi negeri itu beberapa bulan lalu. Namun, kurangnya transparan akan data penelitian membuat beberapa negara khawatir.

Advertisement

Perusahaan Tiongkok, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group, bahkan berencana mengimpor 100 juta vaksin Covid-19 dari BioNTech hingga tahun depan.

Fosun Pharma telah membawa dua kandidat vaksin BioNTech ke dalam uji klinis di Tiongkok. Uji klinis vaksin berkode BNT162b2 itu telah memasuki fase kedua dan melibatkan 960 peserta dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Namun, kedua kandidat vaksin tersebut belum mendapat persetujuan dari regulator medis. Padahal, vaksin Covid-19 BioNTech yang dikembangkan bersama Pfizer telah menerima persetujuan untuk penggunaan darurat di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura.



Beberapa negara yang menggunakan vaksin buatan Tiongkok di antaranya Uni Emirat Arab yang mengatakan vaksin Sinopharm itu memiliki kemanjuran 86% meski belum ada data dari Tiongkok.
Di Peru, regulator memberikan lampu hijau pada hari Rabu untuk Sinopharm untuk melanjutkan uji coba setelah sempat dihentikan selama akhir pekan.

Pihak otoritas Brasil akan mengumumkan data kemanjuran vaksin Sinovac yang sedang dalam tahap akhir uji coba akhir pada pekan depan. Di Indonesia, uji coba Sinovac dalam proses uji coba ketiga.

Wakil kepala gugus tugas pengembangan vaksin Tiongkok, Wang Junzhi, mengatakan timnya menyiapkan 600 juta dosis vaksin virus korona yang tidak aktif yang akan selesai sebelum akhir tahun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait