Sandiaga Dorong Pengusaha Terapkan CHSE untuk Pulihkan Bisnis Wisata

Sandiaga menargetkan menggaet 6.500 badan usaha untuk mendapatkan sertifikat protokol kesehatan atau CHSE pada tahun ini.
Yuliawati
2 Februari 2021, 17:41
sandiaga uno, pandemi corona, pariwisata
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.
Pengunjung berada di kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) The Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021).

Pemerintah menargetkan semakin banyak pelaku usaha di bidang pariwisata yang menerapkan protokol kesehatan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan menggaet 6.500 badan usaha untuk mendapatkan sertifikat protokol kesehatan atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

Sertifikat CHSE merupakan tanda legitimasi suatu badan usaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan. Pada tahun lalu, sebanyak 6.000 badan usaha yang mendapatkan sertifikat tersebut.

"Kami akan meningkatkan target badan usaha yang mendapatkan sertifikat CHSE. Gerakan ini harus punya gaung yang kuat," kata
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno dalam diskusi virtual Bincang Bincang Program CHSE Dan Gerakan Pakai Masker, Selasa (2/2).

Sandi mengatakan program CHSE merupakan bagian dari upaya menggulirkan ekonomi pariwisata di tengah pandemi. Sandi mengatakan akan lebih masif menggulirkan program CHSE agar semakin banyak yang berpartisipasi.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan penerapan protokol kesehatan ini sangat penting untuk mencegah penularan virus corona. Penerapan protokol kesehatan merupakan upaya melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan virus.

“CHSE ini kalau benar-benar diterapkan dan masyarakatnya melakukan 3M, semua terlindungi, dan Insyaallah kita bisa segera keluar dari pandemi ini,” ujar Reisa.

Namun, dia menilai masih banyak masyarakat yang belum mengerti mengenai program CHSE. Dia mendorong akan sosialisasi program dapat ditingkatkan. “Kalau mau destinasi yang aman, harus ke destinasi yang sudah memiliki program ini,” ujarnya.

Direktur Utama PT Saung Angklung Ujo Taufik Hidayat Ujo mengeluhkan banyak pelaku usaha yang belum menerapkan program CHSE. Saung Angklung Ujo yang merupakan tempat pertunjukan dan pusat kebudayaan telah mengadopsi program CHSE sejak awal.



Taufik menilai karena tak semua pelaku usaha mengadopsi CHSE, sehingga hasilnya tak optimal. “Ada pelaku usaha yang menggunakan sertifikasi CHSE, tetapi restoran di kiri dan kanan tidak menggunakannya.”

Menurutnya, sosialisasi menjadi faktor penting dalam efektivitas pemberlakuan CHSE di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang terstruktur, sistemastis, dan masif atau TSM.

Tak hanya dari sisi pelaku usaha, masyarakat sebagai konsumen atau pengunjung juga masih asing dengan protokol CHSE. Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak waspada dan selektif terhadap lokasi yang menerapkan protokol kesehatan dan tidak.

 Penyumbang bahan: Ivan Jonathan

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait