Pertamina Hentikan Semburan Lumpur di Sumur Tarakan

Pertamina masih menyelidiki penyebab semburan pada sumur PAM-235 di Kawasan Kampung Satu, Tarakan, Kalimantan Timur.
Image title
5 April 2021, 14:37
Pertamina, semburan tarakan
Pertamina EP
Ilustrasi.

Pertamina EP telah menghentikan semburan natural flow pada sumur PAM-235 di Kawasan Kampung Satu, Tarakan, Kalimantan Timur. Hingga saat ini perusahaan masih menyelidiki penyebab semburan yang terjadi sejak Minggu (4/4) pukul 13.15 WITA.

General Manager Zona 10 Regional 3 Pertamina Sub Holding Upstream Krisna menjelaskan pada Minggu pukul 14.00 WITA, tekanan dari dalam sumur sempat meningkat. Kemudian setelah Tim tanggap darurat Field Tarakan langsung bergerak menangani di lokasi, flow berangsur menurun.

Menurut dia, setelah ada flowing atau aliran cairan dari sumur PAM-235, pihaknya lalu segera menugaskan tim tanggap darurat Field Tarakan untuk melaksanakan prosedur penanganan seketika itu juga. "Pagi ini, Senin 05 April 2021, Alhamdulillah 'flow' sumur sudah dapat dihentikan pada pukul 10:15 Wita,," kata  Krisna dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Senin (5/4).

Perusahaan melakukan prosedur penanganan seperti melokalisasi area agar masyarakat sekitar tidak mendekati area sumur. Selain itu, Tim telah melakukan prosedur tes gas di sekitar area sumur untuk memastikan tidak adanya resiko keselamatan, dengan hasil pengukuran kandungan gas menunjukkan nol persen atau aman dari gas berbahaya dan beracun.

Sumur PAM-235 merupakan bagian dari Sumur aktif Field Tarakan yang menghasilkan produksi sekitar 7 barel minyak per hari (bph). Field Tarakan merupakan salah satu lapangan yang dikelola oleh Pertamina Sub Holding Upstream dan termasuk ke dalam Zona 10, dengan produksi minyak 1.861 bph, dan produksi gas 2,14 juta standar kaki kubik per hari.

 Pada beberapa waktu lalu, tangki di kilang minyak atau Refinery Unit (RU) VI Balongan meledak dan terbakar pada Pukul 00.45 WIB, Senin (29/1) lalu.

Produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang ini disalurkan melalui Terminal BBM (TBBM) Balongan, TBBM Cikampek, dan TBBM Jakarta Group (Plumpang dan Tanjung Priok) yang terhubung dengan fasilitas pipa berdiameter 16 inci dan panjang 228 kilometer.

Insiden itu berdampak pada penyaluran gas dari Blok ONWJ atau Offshore North West Java. Sebanyak 10 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas untuk operasional kilang menjadi tersendat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan api di tangki Kilang Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah padam. Saat ini dilakukan pendinginan. "Alhamdulillah, api sudah bisa dipadamkan," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Indramayu, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Sabtu (3/4).

tangki di kilang minyak atau Refinery Unit (RU) VI Balongan meledak dan terbakar pada Pukul 00.45 WIB, Senin (29/1) lalu. Produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang ini disalurkan melalui Terminal BBM (TBBM) Balongan, TBBM Cikampek, dan TBBM Jakarta Group (Plumpang dan Tanjung Priok) yang terhubung dengan fasilitas pipa berdiameter 16 inci dan panjang 228 kilometer. Insiden itu berdampak pada penyaluran gas dari Blok ONWJ atau Offshore North West Java. Sebanyak 10 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas untuk operasional kilang menjadi tersendat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Menteri ESDM Pastikan Api di Kilang Balongan Sudah Padam" , https://katadata.co.id/desysetyowati/berita/60681d31e426c/menteri-esdm-pastikan-api-di-kilang-balongan-sudah-padam?utm_source=Direct&utm_medium=Tags%20Pertamina&utm_campaign=BIG%20HL%20Slide%202
Penulis: Desy Setyowati
Editor: Desy Setyowati

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
Video Pilihan

Artikel Terkait