Gandeng JPEN, PGN Siapkan Pasokan Gas Bumi untuk Kawasan Jateng

PGN menyatakan kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan pasokan gas bumi di Jawa Tengah selama ini tidak optimal.
Image title
17 April 2021, 07:07
PGN, gas bumi, jawa tengah
Katadata
Ilustrasi. PGN kerja sama dengan JPEN, di antaranya menyediakan infrastruktur CNG untuk industri di Jawa Tengah.

PT Perusahaan Gas Negara alias PGN baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN).  Kesepakatan ini berkaitan dengan penyediaan pasokan dan infrastruktur gas Bumi di provinsi Jawa Tengah.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar mengatakan MoU ini bertujuan untuk mengkaji potensi kerja sama kedua lembaga terkait rencana penyediaan pasokan gas bumi. Khususnya dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) beserta infrastruktur pendukungnya, untuk memenuhi kebutuhan energi di Jawa Tengah.

Menurut dia potensi pasar untuk wilayah Jawa Tengah masih dapat berkembang, yang saat ini permintaannya terpusat di kawasan industri eksisting. Adapun strategi penyaluran yang digunakan menggunakan beberapa moda yaitu gas pipa, CNG, maupun LNG.

Dengan adanya MoU dengan JPEN, diharapkan dapat memberikan dukungan untuk penyediaan infrastruktur CNG. Apalagi JPEN merupakan suatu perusahaan perseroan daerah milik provinsi Jawa Tengah yang bergerak di bidang Hulu dan Hilir Migas, Energi Baru Terbarukan (EBT), dan Jasa Penunjang.

“Untuk sumber pasokannya, PGN saat ini memiliki beberapa opsi sumber pasokan gas untuk Jawa Tengah seperti Jambaran Tiung Biru (JTB), Saka Muriah, dan LNG teluk Lamong,” kata Syahrial dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4).

Kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah saat ini cukup mendesak. Adapun wilayah ini memiliki potensi geografis yang menguntungkan, diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas. Selain itu, Jawa Tengah juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi.

Dari sisi konsumen, wilayah ini juga memiliki industri yang potensial menyerap gas bumi. Namun kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan pasokan gas bumi di Jawa Tengah menjadi tidak optimal.

PGN sendiri telah memiliki infrastruktur Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresem), serta alokasi pasokan gas yang dapat disalurkan untuk industri di Jawa Tengah. "Penyaluran gas bumi bagi industri yang yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi dapat menggunakan moda CNG maupun LNG,” kata Syahrial.

Saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke 13 pelanggan industri komersial di Kawasan Industri Tambak Aji dan meluas ke Wijaya Kusuma melalui gas pipa dan CNG, menyalurkan gas bumi ke Pembangkit Tambak Lorok, serta melayani 7.093 rumah tangga. Secara keseluruhan, volume penyerapan gasnya mencapai 23,85 BBTUD.

Di sisi lain, PGN juga melihat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang terus tumbuh seiring dan makin banyak kawasan industri baru yang berkembang. Ada beberapa kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) sebagai pasar potensial gas bumi.

Menurutnya PGN akan berupaya agar pemenuhan kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah dapat terealisasi. Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresen) diestimasikan mampu menyalurkan gas bumi sekitar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

PGN juga tengah menyelesaikan interkoneksi Pipa Gresem dengan Pipa Kalimantan Jawa (Kalija) untuk optimalisasi distribusi gas bumi khususnya sektor industri area Semarang dan Kendal.

Selain itu, PGN mengupayakan penyelesaian Pipa Jumper dari Tambak Lorok ke Tambak Rejo. Pipa ini diestimasikan selesai pada Triwulan II 2021. Apabila sudah terhubung, gas bumi dari Lapangan Kepodang akan utilisasi didistribusikan ke pelanggan-pelanggan potensial di Jawa Tengah.

“Gas dari Lapangan Kepodang diharapkan dapat diutilisasi untuk membangkitkan SPBG Kaligawe, sehingga akan membuat penyaluran CNG di Jawa Tengah menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya.

Ia optimis dengan infrastruktur yang terintegrasi dapat mempercepat akses gas bumi yang handal di Jawa Tengah. Sinergi dengan JPEN juga akan semakin memacu upaya realisasi akses gas bumi yang merata dan stabil dengan harga yang lebih efisien di Jawa Tengah.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait