Tes Covid-19 Anjlok, Luhut Genjot Testing di Kawasan Padat Penduduk

Luhut menjelaskan testing akan digelar di kawasan padat penduduk seperti Jabodetabek, Bandung, Malang dan Solo.
Image title
21 Juli 2021, 21:25
Luhut, tes covid-19, kawasan padat penduduk
Menko Marves
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Pemerintah dalam waktu dekat akan meningkatkan testing dan tracing terutama di kawasan padat penduduk untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 . Wilayah ini di antaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo Raya, Semarang, dan Malang Raya.

Bila hasil tes menunjukkan positif Covid-19 maka pasien bersangkutan akan dibawa ke tempat karantina. "Langsung dibawa ke karantina untuk perawatan, mendapatkan obat dan dipantau dokter, sehingga tingkat memburuk pasien Covid-19 menjadi lebih kecil," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi pers virtual, Rabu (21/7).

Kementerian Kesehatan mengakui mengenai tren penurunan jumlah pengetesan Covid-19. "Capaian testing dan tracing di daerah PPKM level 4 masih rendah, terutama tiga hari terakhir terus mengalami penurunan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia.

Selama 24 jam terakhir sebanyak 153.330 spesimen, dengan total jumlah tes 23,819 juta spesimen. Petugas kesehatan memeriksa spesimen menggunakan metode swab polymerase chain reaction (PCR), tes cepat molekuler, dan antigen.

Pemeriksaan spesimen ini terus turun beberapa hari belakangan. Pada Selasa (20/7) tercatat pemeriksaan terhadap 116.674 spesimen dan pada Senin (19/7) sebanyak 127.461 spesimen. Jumlah ini turun dibandingkan pemeriksaan pada Minggu (18/7) sebanyak 193.437 spesimen dan pada Sabtu (17/7) sebanyak 251.392 spesimen.

Kemudian pemeriksaan pada Jumat (16/7) tercatat 258.532 spesimen dan pada Kamis (15/7) sebanyak 249.059 spesimen. Berikut data jumlah tes Covid-19 di Indonesia dalam Databoks:

Advertisement



Dari hasil pemeriksaan tes ini, positivity rate harian 36,31%. Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan angka 5% sebagai ambang batas minimal positivity rate. Positivity rate merupakan persentase dari jumlah kasus positif Covid-19  dibagi dengan jumlah orang yang menjalani tes atau pemeriksaan.

Tingginya angka positivity rate mencerminkan adanya penularan Covid-19 yang meluas di masyarakat. "Perlu penambahan testing untuk segera identifikasi kasus yang sakit dengan populasi yang sehat," ujar dia.

Pada tiga hari terakhir, Nadia mencatat hanya lima kabupaten/kota yang capaian pengetesannya di atas 90% dari target. Wilayah itu meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surakarta, Jogjakarta, dan Sumenep.

Nadia meminta daerah meningkatkan capaian pengetesan di wilayahnya, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Pengeteasan pada suspect dan kontak erat juga perlu ditingkatkan guna menurunkan laju penularan Covid-19.

Pemeriksaan kontak erat pun masih rendah, yaitu kurang dari lima kontak per minggu. "Sementara target lebih dari sembilan kontak per minggu," ujar dia.

Epidemiolog dari Griffith Uuniversity Dicky Budiman mengusulkan pemerintah meningkatkan pengetesan Covid-19 hingga satu juta per hari. "Setidaknya coba dalam satu minggu atau dua minggu lakukan testing satu juta sehari," kata Dicky, Senin (19/7).

Dicky pun memperkirakan, kasus Covid-19 akan terus meningkat antara akhir Juli hingga awal Agustus. Untuk itu, pemerintah perlu merespons situasi tersebut dengan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19. Terlebih, sebanyak 80% dari kasus Covid-19 berada di rumah dan masyarakat. "Jadi kasusnya harus ditemukan dan lakukan isolasi karantina," ujar dia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait