Pakar Sebut Konsumsi Vitamin Dosis Tinggi Perlu Resep Dokter

Pakar menyarankan masyarakat memperhatikan dosis konsumsi vitamin.
Yuliawati
10 Agustus 2021, 18:11
vitamin, covid-19,
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Apotek membebaskan pembelian vitamin, tapi pakar menyarankan vitamin dosis tinggi disertai resep dokter.

Selama masa pandemi Covid-19 semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi aneka vitamin. Pakar mengimbau agar masyarakat yang mengkonsumsi vitamin dosis tinggi berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari efek samping yang tak diinginkan.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, menyarankan sebaiknya konsumsi vitamin dosis tinggi dengan resep dokter. "Vitamin dosis tinggi itu harus dengan resep dokter misalnya vitamin D 5000 iu," kata Zullies dalam Katadata Forum Virtual Series beberapa waktu lalu.

Vitamin merupakan merupakan obat bebas dengan lingkaran hijau, sehingga dapat dibeli tanpa resep. Namun, kondisi ini berbeda bila pasien mengkonsumsi dosis tinggi.

Zullies mengatakan penting untuk memperhatikan dosis konsumsi vitamin. Dia menyebutkan untuk kebutuhan sehari-hari dosis vitamin C sebesar 500 mg dan saat sakit Covid-19 menjadi 1.000 mg. Adapun dosis vitamin D cukup 400-600 iu. "Konsumsi vitamin bisa dikonsumsi sendiri maupun dalam bentuk  multivitamin," kata Zullies.

 Jenis vitamin lain yang dapat dikonsumsi yakni vitamin E, Zinc serta antioksidan. Selain konsumsi vitamin, pasien Covid-19 juga perlu mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menjaga stamina tubuh.

Dia mengatakan pasien perlu memperhatikan jeda waktu dalam konsumsi vitamin untutk menghindari interaksi antar vitamin. "Misal konsumsi vitamin D siang, vitamin C pagi dan sore agar tidak menumpuk di satu waktu, supaya menghindari interaksi antar obat," kata Zullies.

Aneka vitamin tersebut memberikan manfaat untuk tubuh. Vitamin C memberikan manfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Vitamin D juga memiliki fungsi umum membantu efek antiinflamasi di dalam tubuh dan meningkatkan respon dari imun bawaan.

Adapun vitamin E ini memberikan manfaat memproduksi antibodi, antioksidan, mempertahankan integritas membran sel, serta meningkatkan proliferasi sel limfosit T. Sedangkan Zinc dapat membantu tubuh menghambat replikasi virus.

Advertisement

Konsumsi vitamin ini meningkat selama pandemi. Hasil survei yang dilakukan Tim Sinergi Mahadata Universitas Indonesia (UI) menunjukkan, 81% konsumen lebih memilih belanja peralatan kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, obat-obatan, dan vitamin saat pandemi virus corona Covid-19.Berikut grafik Databoks:

Infografik_Beda penderita yang belum dan sudah divaksinasi covid-19
Infografik_Beda penderita yang belum dan sudah divaksinasi covid-19 (Katadata)
 
Penyumbang bahan: Mela Syaharani









Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait