Survei: Masyarakat Optimistis Masa Depan di Tengah Kesulitan Pandemi

Rizky Alika
13 Agustus 2021, 10:30
survei, Jokowi, pertumbuhan ekonomi
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah pedagang tertidur lelap di lapak sayur miliknya di Pasar Induk Kramat Jati, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/7/2021). Imbas penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 para pedagang mengaku alami penurunan pendapatan hingga 50%.

Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menyebutkan masyarakat Indonesia masih optimis akan kondisi ekonomi di masa setahun yang akan datang.

"Sebanyak 60,5% optimis, 29% tidak optimis, dan 10,5% tidak menjawab," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam jumpa pers secara daring, di Jakarta, Kamis (13/8).

Tren ini mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi Maret tahun ini sebesar 62,1% dan Februari 59,2%. Survei ini menunjukkan masyarakat masih memiliki optimisme di masa mendatang.

Namun, sebagian responden menganggap kondisi ekonomi yang dihadapi sekarang berada dalam keadaan buruk. Dalam survei itu, sebanyak 65,9% responden menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat buruk, sementara 31,7% menyatakan baik.

Yunarto mengatakan situasi menjadi pelik, ketika harapan dan optimisme ini tidak dijawab dengan perbaikan oleh pemerintah. "Ini merupakan pekerjaan rumah pemerintah, bagaimana mewujudkan optimisme itu," ujarnya.

Sikap masyarakat tercermin dari ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi. Survei pada Juli 2021 menunjukkan, ketidakpuasan responden terhadap kinerja pemerintah sebesar 34,1%.

Angka itu meningkat dibandingkan survei pada Maret 2021 dan Februari 2021 sebesar masing-masing 21,2% dan 18,5%. "Ada tren ketidakpuasan naik cukup tinggi dibanding dengan survei terakhir," kata Yunarto.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 yang mencapai 7,07% (yoy) menunjukkan bahwa arah dan strategi pemulihan sudah benar. Pencapaian ini sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena melonjaknya kasus sejak awal Juli.  Berikut grafik Databoks:

 

 

 

 

Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei nasional evaluasi kebijakan peta politik masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan pada 12-20 Juli 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini menggunakan metode sampling multistage random sampling atau penarikan sampel acak bertingkat dengan margin of error kurang lebih 2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

 

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait