Terima Pfizer dan AstraZeneca, RI Kantongi 225 Juta Vaksin Covid-19

Selain membeli Pfizer, RI menerima bantuan 358.700 dosis vaksin AstraZeneca dari pemerintah Prancis melalui kerja sama multilateral COVAX Facility.
Image title
10 September 2021, 17:30
Pfizer, astrazeneca, vaksin virus corona
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Indonesia Kedatangan Vaksin Tahap ke-49 pada Kamis, 4 September 2021

Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin Pfizer sebanyak 639.990 dosis. Sehingga total vaksin Covid-19 yang diperoleh Indonesia mencapai 225,53 juta dosis vaksin virus corona.

"Jumlah vaksin yang telah tiba di Indonesia 225.536.190 dosis vaksin, baik vaksin curah dan bentuk jadi," kata Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi dalam konferensi pers virtual, Jumat (10/9).

Vaksin Pfizer tersebut merupakan hasil pembelian pemerintah. Selain Pfizer, pembelian 615 ribu dosis vaksin AstraZeneca juga mendarat melalui Bandara Udara Soekarno-Hatta Tangerang.

Pada saat yang sama, Indonesia juga menerima bantuan 358.700 dosis vaksin AstraZeneca dari pemerintah Prancis melalui kerja sama multilateral COVAX Facility.

"Kedatangan ini adalah pengiriman tahap pertama dukungan kerja sama dose-sharing dari Pemerintah Prancis, dari total komitmen sebesar 3 juta dosis,” ujar Retno.

Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan adanya ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia. Saat ini, sebanyak 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan ke warga di seluruh dunia. Namun, 80% di antaranya diberikan kepada negara maju dan negara dengan pendapatan menengah atas.



Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan 10% populasi di setiap negara telah divaksinasi hingga akhir bulan September. Sedangkan, 40% populasi tiap negara diharapakan sudah vaksinasi pada akhir tahun ini.

Namun hingga saat ini, belum ada satupun negara pendapatan bawah yang mencapai target 10% vaksinasi. Penelitian The Economist juga menyebutkan tanpa redistribusi surplus vaksin dari negara maju, 1-2,8 juta jiwa dapat melayang.

"Untuk itu ke depannya dose sharing akan menjadi semakin penting," ujar dia.

Adapun, Direktur Jenderal WHO berharap komitmen dose sharing dapat segera terpenuhi paling tidak pada akhir bulan ini. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh COVAX.

Meski begitu, COVAX diperkirakan hanya dapat mengirim  vaksin sebanyak  1,42 miliar dosis sepanjang tahun ini. "Kecuali jika ada urgent action negara produsen dan negara maju untuk prioritaskan COVAX," kata Retno.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 10 September Pukul 12.00 WIB, Indonesia telah menyutikkan vaksin dosis 1 kepada 71,17 juta masyarakat atau 34,18% dari target. Selain itu, total penerima vaksin dosis 2 telah mencapai 40,86 juta orang atau 19,62% dari target.

Advertisement

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait