Covid-19 Bertambah, Warga Fujian - Cina Kembali Diminta Diam di Rumah

Bertambahnya kasus di Fujian, Cina diduga disebabkan oleh pria yang baru saja datang dari Singapura.
Yuliawati
20 September 2021, 16:24
Cina, Covid-19,
ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/WSJ/sa.
Pertunjukan band rock di Festival Musik Strawberry selama liburan Hari Buruh di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, Sabtu (1/5/2021).

Pemerintah Kota Xiamen di Provinsi Fujian Cina meminta warga setempat diam di rumah karena kenaikan 92 kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir. Masyarakat diminta untuk berada di rumah apabila tidak ada keperluan yang penting.

Reuters melaporkan pemerintah Fujian telah menutup tempat-tempat umum seperti taman, sarana olahraga, pameran, hingga restoran. Provinsi Fujian secara umum mengalami tambahan kasus yang signifikan terutama di Xiamen dan Putian. Tambahan kasus sejak 10 September di Provinsi Fujian sampai sekarang telah mencapai 292 infeksi.

Menjelang hari libur nasional Tiongkok pada 1 Oktober selama satu pekan, kenaikan kasus di Provinsi Fujian menyebabkan pemerintah setempat memberikan instruksi agar masyarakat tidak keluar rumah di hari libur.

Laporan The Guardian mengatakan bahwa kenaikan kasus yang terjadi di sejumlah wilayah Tiongkok disebabkan oleh varian Delta. Penularan pertama diduga disebarkan oleh pria yang baru saja datang dari Singapura dan mengalami gejala setelah menjalani masa karantina selama 14 hari.

Kemudian, putra dari pria tersebut datang ke sekolah untuk pertemuan tatap muka dan ternyata menyebabkan klaster baru di sekolah tersebut. Akibat peristiwa tersebut, pemerintah Provinsi Fujian memerintahkan seluruh sekolah ditutup sementara waktu. Semua guru dan murid pun diharuskan menjalani tes Covid-19 setelah 100 kasus ditemukan dalam klaster sekolah.

Tiongkok merupakan negara dengan angka vaksinasi yang tinggi, hampir 70% populasi masyarakatnya telah menjalani vaksinasi dosis penuh.

Hingga saat ini Tiongkok melaporkan total kasus Covid-19 sebanyak 95 ribu dengan empat ribu kematian. Angka tersebut merupakan hasil dari mitigasi pandemi yang baik untuk negara dengan populasi 1,3 miliar penduduk.

Penyumbang bahan: Akbar Malik

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait