Bank Dunia Puji Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Tembus 100 Juta Dosis

Bank Dunia mengingatkan Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang besar untuk memvaksin sisa warganya, terutama di daerah terpencil.
Yuliawati
20 September 2021, 18:43
Bank Dunia, vaksin, covid-19, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.
Prajurit Kesehatan TNI memeriksa tekanan darah santri sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi Santri dari Mabes TNI di Pondok Pesantren Girikesumo, Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Selasa (14/9/2021).

Pemerintah Indonesia berhasil mencapai 100 juta dosis vaksin virus corona pada 31 Agustus 2021. Bank Dunia mengapresiasi pemerintah Indonesia atas alokasi vaksin yang diberikan secara gratis kepada penduduknya.

“Pemerintah Indonesia layak mendapat pengakuan. Ini telah berhasil mengoordinasikan sumber daya kesehatan di seluruh negeri dan telah mengalokasikan US$14,9 miliar untuk respons sektor kesehatannya,” kata Bank Dunia dalam situs resminya dikutip Senin (20/9).

Pemberian 100 juta vaksin Covid-19 tersebut terdiri dari 63,4 juta dosis vaksin pertama, 36 juta dosis vaksin kedua, 640 ribu dosis vaksin ketiga untuk tenaga kesehatan, dan 1,3 juta vaksinasi Gotong Royong.

Upaya percepatan vaksinasi yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia bisa berhasil karena memperluas cakupan vaksin. Tidak hanya orang dewasa dan tenaga kesehatan saja, remaja berusia 12-17 tahun pun mendapatkan vaksin. Selain itu, target 1,2 juta dosis per hari pun turut berkontribusi terhadap keberhasilan akselerasi vaksinasi.

Bank Dunia mencatat dua alasan mengapa Indonesia berhasil menyelenggarakan program vaksinasi yang cepat bagi masyarakatnya. Pertama, pemerintah Indonesia bertindak tepat waktu dan tegas. Bank Dunia mengatakan Indonesia mampu mengamankan pasokan vaksin yang stabil di saat negara lain kekurangan stok vaksin.

Kedua, pemerintah Indonesia menerapkan pembiayaan yang adaptif dan fleksibel. Pemerintah Indonesia dianggap mampu mengoordinasikan sumber daya keuangan untuk memprioritaskan solusi pandemi.

“Pemerintah Indonesia telah membuat komitmen yang signifikan untuk sektor kesehatan, untuk pemulihan ekonomi, dan terhadap mitigasi dampak sosial, yang berjumlah lebih dari US$50 miliar sejauh ini,” kata Bank Dunia.

Bank Dunia mengingatkan Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang besar untuk memvaksin sisa warganya. “Penting juga untuk menyadari bahwa menjangkau populasi yang tersisa mungkin merupakan tantangan terbesar. Misalnya, ada daerah terpencil tingkat vaksinasinya lebih rendah,” lanjut Bank Dunia.

Hingga hari ini pemberian dosis pertama mencapai 79,6 juta vaksin atau sebesar 38,25%. Dosis kedua sudah mencapai 45,2 juta vaksin atau 21,71%.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, Indonesia akan memiliki 80,72 juta dosis vaksin Covid-19 hingga September 2021 mendatang. Jumlah ini naik 19,38% dibandingkan ketersediaan stok vaksin corona pada bulan ini yang sebesar 67,61 juta dosis. Berikut grafik Databoks:

 

 

Penyumbang bahan: Akbar Malik

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait