PeduliLindungi Bakal Dikoneksikan dengan Aplikasi di Luar Negeri

Pemerintah akan menyempurnakan PeduliLindungi untuk mempermudah proses pelacakan bila terjadi pandemi gelombang ketiga.
Image title
20 September 2021, 20:54
Pedulilindungi, covid, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Pengunjung memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi saat akan memasuki pusat perbelanjaan Deli Park Mall di Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/8/2021).

Pemerintah bersiap mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat berkoneksi dengan aplikasi serupa di luar negeri. Usulan pengembangan ini atas permintaan Presiden Joko Widodo untuk mempermudah implementasi protokol kesehatan lintas negara.

"Kalau bisa aplikasi ini dihubungkan dengan aplikasi lain di luar negeri yang setara," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan hasil rapat dengan Jokowi, Senin (20/9).

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, pemerintah akan terus menyempurnakan PeduliLindungi untuk mempermudah proses pelacakan bila terjadi pandemi gelombang ketiga. Selain itu, PeduliLindungi juga ditujukan untuk melacak klaster penularan Covid-19.

"Jadi kami bisa analisa mikro lockdown di mana yang harus kami lakukan. Tidak usah dalam skala besar," ujar dia.

Budi mencatat pemindaian pada aplikasi PeduliLindungi sudah mencapai 8 juta barcode per hari. Barcode itu dipindai saat seseorang mengunjungi tempat publik.

Website PeduliLindungi sudah diakses lebih dari 40 juta pengunjung per hari. Akses PeduliLindungi dilakukan apabila seseorang ingin melakukan check in di bandara atau mengecek paspor vaksin.

Dengan demikian, total penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah mencapai 50 juta kali per hari, baik melalui aplikasi dan website.

Pemerintah akan terus memperbaiki aplikasi tersebut. "Sisi security, performance, fungsinya, harus kami perbaiki," katanya.

PeduliLindungi diperlukan bagi sejumlah aktivitas seperti masuk pusat perbelanjaan, menggunakan transportasi umum, hingga ke bioskop. Namun sejumlah kendala masih ditemukan saat mengoperasikan aplikasi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menganjurkan pengguna yang mengalami masalah pada aplikasi tersebut untuk tidak masuk ke dalam ruang publik. Antisipasi ini diperlukan agar tidak terjadi kasus kecolongan positif Covid-19 yang berkeliaran di tempat umum.

 Kementerian Kesehatan pun mencatat, dari deteksi lewat PeduliLindungi, ada 3.830 pasien virus corona yang masih beraktivitas di lokasi aktivitas utama. "Bisa dibayangkan kalau orang positif Covid-19 beraktivitas di publik, bagaimana virus menyebar di masyarakat," ujar Siti. 

Infografik_Positif covid-19 terdeteksi berkeliaran
Infografik_Positif covid-19 terdeteksi berkeliaran (Katadata)

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait