Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Tes PCR Jawa-Bali Rp 275 Ribu

Kementerian Kesehatan menetapkan batas tarif tertinggi tes PCR Jawa-Bali menjadi 275 ribu dan luar Jawa-Bali Rp 300 ribu.
Image title
27 Oktober 2021, 16:53
tes PCR, covid-19
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga Perumahan Bumi Anggrek, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021).

Pemerintah resmi menurunkan harga tes Covid-19 Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT PCR) mulai hari ini.  Pada aturan terbaru, harga tes PCR di Jawa-Bali ditetapkan sebesar Rp 275 ribu, sedangkan luar Jawa-Bali Rp 300 ribu.

"Batas tarif tertinggi RT PCR diturunkan jadi 275 ribu untuk Jawa- Bali. Sedangkan luar Jawa-Bali Rp 300 ribu," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir dalam konferensi pers daring, Rabu (27/10).

Saat ini harga tes PCR yang berlaku sebesar Rp 495 ribu untuk Jawa-Bali dan Rp 525 ribu untuk luar Jawa dan Bali. Banyak yang mengeluhkan tingginya harga tersebut sehingga Presiden Jokowi memutuskan menurunkan harga tes PCR.

Aturan penurunan harga berlaku mulai hari ini dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan. Abdul mengatakan, evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan biaya pengambilan sampel, pemeriksaan tes PCR, jasa pelayanan SDM, harga reagen atau Bahan Habis Pakai (BHP), overhead, dan biaya lainnya.

Advertisement

Selain itu, pemerintah mengatur durasi diterbitkannya hasil tes maksimal 1x24 jam setelah sampel diambil.

Ia pun meminta seluruh fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas lainnya untuk mematuhi batas tarif tertinggi tersebut. Untuk itu, Dinas Kesehatan di daerah diharapkan dapat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tarif tertinggi PCR tersebut. "Evaluasi akan ditinjau ulang secara berkala, sesuai kebutuhan," ujar dia.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Patologi Klinik Aryati mengkhawatirkan penurunan harga  akan mengurangi kualitas tes PCR. "Dikhawatirkan mengorbankan kualitas. Karena biaya operasional akan mepet sekali," kata Ketua Persatuan Dokter Spesialis Patologi Klinik Aryati kepada Katadata.co.id, Rabu (27/10).

Reagen merupakan salah satu komponen terbesar dalam penentuan harga tes PCR. Aryati mengatakan, reagen dan alat yang digunakan oleh setiap lab berbeda jenis.

Sekjen Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy Teguh mengatakan harga reagen saat ini berkisar Rp 150 ribu-200 ribu. "Harga tergantung dinamika pasar," ujar dia.

Harga reagen tersebut sudah lebih terjangkau dibandingkan tahun lalu. Pada November 2020, harga reagen masih sebesar Rp 500 ribu lantaran minimnya produsen reagen. Selain itu, permintaan reagen juga masih rendah lantaran kasus Covid-19 saat itu hanya berkisar 1.000 kasus.

Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan, 91,8% responden menilai harga tes polymerase chain reaction (PCR) dan antigen untuk mendeteksi virus corona Covid-19 di Indonesia tergolong mahal.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait