DPR Umumkan Surpres Jokowi, Calon Panglima TNI Dikabarkan KSAL Yudo

Pimpinan DPR hari ini memang mengagendakan konferensi pers mengumumkan surpres calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Joko Widodo.
Redaksi
Oleh Redaksi
3 November 2021, 11:14
Panglima TNI, KSAL, Jokowi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) didampingi KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Istana mengirimkan surat presiden (surpres) tentang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, Presiden Jokowi mengajukan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI.

KSAL menjadi kandidat satu-satunya yang akan menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada 8 November nanti. "Nama KSAL menguat sebagai calon Panglima TNI," kata sumber Katadata.co.id yang mengetahui proses ini, Rabu (3/11).

Pimpinan DPR hari ini memang mengagendakan konferensi pers mengumumkan surpres calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Joko Widodo.

"Surat Presiden terkait Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto akan dibacakan di DPR siang ini," kata sumber Katadata.co.id.

Surpres yang dikirimkan pada hari ini bertepatan dengan Rabu Pon atau hari khusus Presiden Jokowi. Sejak beberapa hari belakangan memang beredar informasi Surpres akan dikirim Selasa atau Rabu.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan Surpres yang masuk ke DPR RI selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPR. Kemudian disampaikan kepada Rapat Badan Musyawarah (Bamus). "Lalu di bawa ke Komisi I DPR RI dan kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI," ujarnya.

Sejak pertengahan tahun ini sebenarnya Jokowi sudah mematut para calon panglima baru untuk menggantikan Hadi. Sejalan dengan giliran rotasi, dua kandidat kuat Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa.

Bulan lalu, nama Andika sempat menguat sebagai pilihan Istana untuk Panglima TNI yang baru. Ini terkait kedekatan menantu mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono tersebut dengan Jokowi. Andika pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) selama dua tahun pada masa awal Presiden Jokowi tahun 2014.

Namun, perkembangan terakhir, nama Laksamana Yudo yang terus mencuat. Kabarnya, Jokowi telah menjatuhkan pilihan kepada Yudo untuk menjadi Panglima TNI.

Informasi yang sama disampaikan dua sumber lain Katadata.co.id di kalangan politisi dan pejabat pemerintah. Pemilihan panglima baru ini menjadi salah satu faktor pemicu efek berantai pergeseran hingga perombakan kabinet.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait