Amerika Buka Kembali Pengunjung Luar Negeri, Penerbangan Mulai Ramai

Pemesanan tiket perjalanan untuk musim liburan di Amerika Serikat terus meningkat pesat.
Yuliawati
9 November 2021, 16:06
Amerika
ANTARA FOTO/REUTERS/Caitlin Ochs/aww/cfo
Warga memakai payung sambil menyebrangi jalan di New York, Amerika Serikat, Selasa (26/10/2021).

Amerika Serikat mulai membuka perbatasan udara dan laut untuk pengunjung internasional mulai Senin (8/11). Amerika kembali membuka kunjungan lebih dari 30 negara setelah selama 20 bulan hanya mengizinkan warga negaranya memasuki perbatasan negara.

Bagi pengunjung yang hendak masuk Amerika, mereka perlu menunjukkan dokumen vaksin dalam bentuk cetak maupun digital, tanpa wajib  berbahasa Inggris. Selain itu, pengujung yang berusia dua tahun ke atas wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19. Hasil tes tersebut minimal tiga hari sebelum berangkat.

Kebijakan ini membuat penerbangan dari Eropa penuh sesak. Begitu juga di perbatasan Kanada dan Meksiko. Reuters melaporkan kondisi di berbagai wilayah tersebut dipenuhi reuni sanak keluarga.

Presiden Badan Perdagangan El Paso, David Jerome, mengatakan pembukaan perbatasan tersebut berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi. “Kami mendapatkan kembali tetangga kami, dan kami senang orang kembali bekerja,” ujarnya seperti dikutip dari AFP, Selasa (9/11).

Pemesanan tiket perjalanan untuk musim liburan di Amerika Serikat terus meningkat pesat, menurut data maskapai dan industri.  "Hari ini Amerika terbuka untuk bisnis. Itulah pesan kami kepada dunia," kata Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo kepada Reuters.

Perjalanan udara di Amerika masih melalui proses pemulihan yang bertahap. Menurut perusahaan analisis penerbangan OAG, penerbangan ke dalam AS dari Eropa pada Desember tahun ini diproyeksikan 67% dari level pada Desember 2019.

Dengan peluang kembali ramainya penerbangan membuat perusahaan maskapai kembali memanggil pegawai yang dinonaktifkan di tengah pandemi. Beberapa maskapai melalui proses yang lebih lama akibat kewajiban vaksin pegawai.

Berdasarkan data Worldometer,  Amerika merupakan negara yang tercatat paling banyak terinfeksi Covid-18 mencapai 47,4 juta dengan kematian pada 776 ribu jiwa. Kasus Covid-19 varian Mu paling banyak di Amerika, yakni 1.742 sekuens. Berikut grafik Databoks:

 

Penyumbang bahan: Amartya Kejora

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait