PLTN Jadi Andalan Pemerintah untuk Penuhi Target Indonesia Emas 2045

PLTN untuk memenuhi konsumsi listrik pada 2045 karena tidak akan cukup dari sektor EBT.
Image title
2 Desember 2021, 16:11
nuklir, PLTN
123rf.com/Vaclav Volrab
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir, PLTN

Kementerian ESDM bakal mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam memenuhi kebutuhan listrik pada 2045. Pemerintah menargetkan suplai listrik mencapai 4.000 kwh per kapita untuk mencapai Indonesia Emas 2045 atau sebagai top 5 ekonomi dunia.  

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, mengatakan konsumsi listrik yang dibutuhkan pada 2045 tidak akan cukup dari sektor EBT.

"Simulasi yang kami buat EBT nampaknya tidak akan cukup harus dibantu dengan nuklir yang memang emisi nol," kata Wanhar dalam Webinar Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di Subsektor Ketenagalistrikan, Kamis (12/2).

Pemerintah berupaya supaya PLTN dapat beroperasi tepat waktu mulai 2041. Meskipun langkah ini sebenarnya mundur dari sebelumnya yang pernah ditargetkan pada 2033.

"Tentu saja bergerak mundur tujuh tahun. Berarti tahun 2033 ya atau lebih cepat harus siapkan diri sampai 2060, Indonesia bisa net zero emission," katanya.

Sebelumnya, perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga nuklir, PT Thorcon Power Indonesia mengancam akan hengkang dari jika harus menunggu pengembangan PLTN hingga 2040.

Direktur Operasi PT Thorcon Power Indonesia, Bob S. Effendi mengatakan pihaknya tak bisa menunggu jadwal pengembangan PLTN selama itu. Pihaknya telah siap mengoperasikan PLTN dalam 10 tahun ke depan.

Adapun bila pemerintah hingga 2023 mendatang tak juga mengambil sikap. Menurut Bob, Thorcon akan mempertimbangkan negara lain untuk berinvestasi.

Namun, sementara menunggu keputusan dari pemerintah, pihaknya akan tetap menyiapkan berbagai kajian yang diminta oleh pemerintah guna dijadikan konsideran.

Laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Januari 2021 menunjukkan, Rusia dinobatkan sebagai negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia. Tercatat, negara tersebut memiliki 6.255 hulu ledak.

Menyusul, Amerika Serikat (AS) di posisi kedua dan memiliki 5.550 hulu ledak. Kemudian, Tiongkok dan Britania Raya memiliki 350 hulu ledak dan 225 hulu ledak. Berikut grafik Databoks:

Advertisement

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait