Moderna Bangun Pabrik di Australia, Produksi Jutaan Vaksin Covid mRNA

Yuliawati
14 Desember 2021, 11:15
Moderna, vaksin, Australia
ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/HP/sa.
Siswa Sekolah Umum Abbotsford mulai belajar secara langsung di Sydney, Australia, Senin (25/10/2021).

Produsen obat asal Amerika Serikat, Moderna Inc, mendapat persetujuan dari pemerintah Australia untuk mendirikan pabrik manufaktur terbesarnya di luar AS dan Eropa. Moderna bakal memproduksi ratusan jutaan vaksin berbasis metode messenger ribonucleic acid atau mRNA setiap tahun, termasuk Covid-19 dari pabrik tersebut. 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pabrik di negara bagian Victoria itu diharapkan memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin mRNA setiap tahun ketika mulai beroperasi pada 2024. "Dengan memajukan kemitraan baru ini, kami membangun kemampuan berdaulat untuk memproduksi vaksin ini di Australia," kata Morrison kepada wartawan di Melbourne, dikutip dari Reuters.

Morrison tidak menyampaikan nilai perjanjian pembangunan pabrik tersebut. Namun, media Australia melaporkan kesepakatan itu bisa bernilai sekitar Aus$ 2 miliar atau sekitar Rp 20,4 triliun.

Moderna mengatakan pada Oktober mengenai rencana untuk menginvestasikan hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk membangun pabrik di Afrika yang akan memproduksi hingga 500 juta dosis vaksin mRNA setiap tahun, termasuk vaksin Covid-19. Namun, perusahaan mengatakan belum memulai proses penentuan negara dan lokasi.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Moderna dan Pfizer menggunakan teknologi mRNA, tetapi juga dapat digunakan untuk memproduksi vaksin untuk penyakit pernapasan lainnya dan flu musiman.

Pelaksana Tugas Kepala Pemerintahan Negara Bagian Victoria James Merlino mengatakan pabrik baru di Australia akan menciptakan pertahanan yang lebih kuat terhadap pandemi di masa depan. Selain itu memastikan manufaktur dapat dikontrak secara lokal untuk menghindari masalah rantai pasokan global.

Pengumuman itu dibuat ketika negara bagian tetangga New South Wales melaporkan kenaikan harian terbesar kasus Covid-19 sejak lockdown hampir empat bulan berakhir pada awal Oktober. Varian Delta menyebabkan 804 kasus, meskipun jumlah kasus Omicron telah merangkak naik.

Terlepas dari lonjakan infeksi baru, para pejabat mengatakan rencana pelonggaran pembatasan di Sydney mulai Rabu (15/12) akan dilanjutkan. Pemerintah juga akan mendorong masyarakat untuk mendapatkan suntikan booster untuk menangkal ancaman varian Omicron.

Australia telah menyuntikkan hampir 90% populasi berusia di atas 16 tahun dengan dua dosis vaksin dan mempersingkat waktu tunggu untuk suntikan booster setelah munculnya kasus Omicron. Negara itu mencatat sekitar 232.700 kasus dan 2.113 kematian sejak pandemi dimulai.

Berdasarkan laporan Our World in Data, Tiongkok masih menempati posisi puncak sebagai negara yang paling banyak menyuntikkan vaksin Covid-19. Berikut grafik Databoks:

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait