Yahya Staquf Sebut Pemilihan Ketum PBNU Bikin Orang Luar Ketar Ketir

Yuliawati
24 Desember 2021, 14:16
PBNU, Gus Yahya
Antara
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU periode 2021-2026.

KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU periode 2021-2026, pada Kamis (23/12) malam. Gus Yahya, nama panggilannya, unggul dari petahana KH Said Aqil Siroj pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Gus Yahya meraih 337 suara dan Said Aqil memperoleh 210 dari total 548 suara. Suara yang masuk datang dari pengurus cabang, wilayah maupun luar negeri, dengan tidak ada satu pun suara yang tidak sah.

Gus Yahya menyebut momen pemilihan Ketua Umum NU ini diikuti dan mendapat perhatian dari luar organisasi. "Muktamar kali ini penuh dinamika yang kadang-kadang membuat orang di luar sana mungkin ketar-ketir," kata dia di Bandarlampung, Jumat (24/12).

Sebaliknya, dinamika pemilihan begitu dinikmati oleh peserta pemilihan. "Ternyata sedemikian nikmatnya sehingga mampu membuat kita semua terjaga lebih dari 24 jam," kata Gus Yahya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Said Aqil Siroj yang dianggap sebagai guru yang mendidik, menggembleng, dan membesarkannya. "Yang paling awal saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng, dan menguji saya tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya, yaitu Prof Dr KH Said Aqil Siroj," kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa tidak tahu menahu apakah dirinya cukup umur guna membalas jasa-jasa Kiai Said selama ini dan sesungguhnya keberhasilan ini merupakan keberhasilan yang bersangkutan. "Kalau ada yang patut dipuji, Kiai Said-lah yang harus dipuji," kata dia.

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja keras bersama-sama untuk menyukseskan Muktamar Ke-34 NU ini, baik itu jajaran panitia, Ansor, Fatayat, IPNU, PBNU, dan para pemimpin persidangan.

"Terima kasih kepada para muktamirin pengurus wilayah dan cabang di seluruh Indonesia yang telah menerima lamaran kerja saya. Namun lebih dari itu, terima kasih atas persetujuan dan kesepakatan bahwa kita akan bekerja bersama-sama sesudah ini," ujarnya.

Ia berharap niat baik ini sungguh dilihat oleh Allah SWT sebagai layak dan patut untuk dilimpahi berkah dan pertolongannya sehingga NU dapat terus melangkah maju untuk mengejar cita-cita luhur yang mulia baik bagi NU, bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan peradaban umat manusia. "Laa haula wala quwwata illa billah" kata dia.

Politikus sekaligus Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU.

"Semoga dengan terpilihnya duet Kiai Miftah dan Gus Yahya ini akan banyak inovasi, banyak pengabdian yang menyesuaikan dengan tuntutan zaman, dan tantangan sekaligus tuntutan kebutuhan masyarakat," kata Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, ada dua hal yang menjadi tantangan PBNU, terutama di masa pandemi, seperti tantangan pemulihan ekonomi warga nahdliyin dan kemampuan daya tahan kesehatan masyarakat.

Muhaimin menyampaikan rasa bahagia karena seluruh tahapan dan proses Muktamar Ke-34 NU berlangsung dengan lancar, aman, dan damai.

"Kita bersyukur, berbahagia, dan bangga, Muktamar berjalan dengan lancar, aman, sukses, berkah, damai, dan membahagiakan semuanya. Selamat kepada seluruh penyelenggara muktamar," ujarnya.

Muhaimin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KH Said Aqil Siroj yang telah dua periode memimpin PBNU.

Menurut dia, PBNU di bawah kepemimpinan Kiai Said sebelumnya berjalan lancar dan banyak melahirkan inovasi, seperti banyak perguruan tinggi baru dan karya-karya besar yang harus kita lanjutkan dalam periode-periode yang akan datang.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait