Survei: Masyarakat Lebih Percaya Polri Dibandingkan KPK

Image title
27 Desember 2021, 15:56
Polri, KPK, survei
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Pegiat antikorupsi dari ICW dan Gerakan #Bersihkan Indonesia melakukan aksi teaterikal \"Habis Gelap Tak Kunjung Terang: Runtuhnya Pemberantasan Korupsi\" di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/12/2021)

Lembaga survei Politika Research & Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia membuat survei mengenai kinerja lembaga non-pemerintah. Hasilnya menempatkan Polri menjadi lembaga yang lebih dipercaya publik ketimbang Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Dari survei tersebut, lembaga yang menduduki posisi paling atas yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tingkat kepercayaan 75,4%.
Polri berada di peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan mencapai 67,8% dan KPK diperingkat tiga dengan 60,4%.

Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo mengatakan hasil survei tersebut berbeda dengan survei sebelumnya. Dari beragam survei, biasanya KPK selalu berada di peringkat kedua atau lebih tinggi ketimbang Polri. Kali ini Polri justru berada di atas KPK dengan selisih poin 7,4%.

"TNI memang selalu mendapat kepercayaan paling tinggi oleh masyarakat. Namun, yang berbeda di sini adalah polisi yang bisa mendahului ya peringkatnya dibanding KPK," ujar Rio dalam diskusi virtual pada Senin (27/12).

Dalam survei tersebut, tercantum sebanyak sembilan lembaga yang kinerjanya mendapat penilaian. Setelah KPK terdapat Mahkamah Agung (MA) dengan tingkat kepercayaan 51,9%. Disusul dengan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kejaksaan Agung dengan tingkat kepercayaan masing-masing 51,3% dan 50,4%.

Adapun pada posisi tiga terbawah dihuni oleh lembaga legislatif yakni Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan tingkat kepercayaan masing-masing 47,7%, 47,4%, dan 44,1%.

Pengumpulan dan pengolahan data pada survei ini berlangsung pada rentang 12 November sampai 4 Desember 2021. Metode yang diterapkan dalam penarikan sampel berupa metode multi-stafe random sampling dari 1.600 responden.

Jumlah responden diambil dari tiap provinsi berdasarkan data jumlah penduduk pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan kriteria responden sudah menikah atau minimal berusia 17 tahun.

Dari jenjang pendidikan, responden minimal duduk dibangku kuliah semester 5 dan pernah melakukan survei serupa. Setiap petugas wawancara bertugas pada satu desa atau keluarahan untuk 10 responden terpilih.

Tingkat kepercayaan atau significant level pada survei ini mencapai 95% dengan margin of error mencapai 2,5%. Kemudian telah dilakukan respondents check yang mencapai 30% dari total responden. Data yang terkumpul pada survei ini juga sudah terverifikasi 100% atau seluruhnya terkumpul dari yang disebarkan.

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait