Alasan Jokowi Tambah Wamen, Ancang-ancang di Tengah Ketidakpastian

Istana menyebut posisi wakil menteri tak harus diisi, pengisiannya akan bergantung pada dinamika yang terjadi.
Image title
30 Desember 2021, 16:57
Jokowi, wakil menteri
Laily Rachev|Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin bersalaman dengan para menteri usai pelantikan di Istana Negara, Rabu (23/12/2020).

Presiden Jokowi terus menambah posisi baru kursi wakil menteri dengan menerbitkan peraturan presiden. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan, penambahan posisi wamen dianggap perlu membantu proses berjalannya tugas menteri menghadapi situasi yang tak pasti.

"Kita hadapi suasana ketidakpastian, jadi ada situasi tertentu di mana perlu di-back up wakil menteri. Dunia berubah cepat," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (30/12).

Dia mengatakan pemerintah menyusun kelembagaan yang bersifat fleksibel. Artinya, posisi wakil menteri tersebut tidak harus diisi.

Pengisian kursi wakil menteri akan bergantung pada dinamika yang terjadi. "Iya (ancang-ancang saja). Kesiapan untuk hadapi ketidakpastian," kata Pratikno.

Pratikno menyebut meski menambah kursi wamen, Jokowi belum rencana merombak kabinet menteri atau reshuffle. "Tidak ada. Belum ada," ujar dia.

Baru-baru ini Presiden Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah mengenai posisi wakil menteri di Kemensos. Tambahan satu kursi wakil menteri ini membuat jumlah pos wamen di Kabinet Indonesia Maju menjadi 24 kursi.

Dari 24 kursi wakil menteri tersebut, baru terisi 15 orang. Sehingga ada sembilann posisi wamen yang kosong.

Jabatan wamen yang kosong yakni Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wakil Menteri Investasi, dan Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu Wamen Menteri Perindustrian, Wakil Menteri PAN-RB, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Kursi wakil menteri ini meningkat drastis dibandingkan kepemimpinan Jokowi pada lima tahun pertama. Ketika itu hanya ada tiga wamen, yakni Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Keuangan, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait