Selain Pangkostrad, Panglima TNI Sebut 28 Jabatan Baru Militer Kosong

Panglima TNI sebut dalam Perpres 66/2019 diatur 28 jabatan baru di kalangan militer, yang hingga kini belum terealisasi.
Image title
14 Januari 2022, 14:38
Pangkostrad, Panglima TNI
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) melakukan salam komado dengan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (kanan) sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah dua bulan mengalami kekosongan. Jabatan tersebut kosong setelah Jenderal TNI Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Joko Widodo pada November 2021.

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan tidak ada tarik-menarik kepentingan di internal TNI AD dalam pemilihan Pangkostrad. "Tidak ada tarik-menarik, saat ini kami sedang menyiapkan konsep (pengisian jabatan) secara keseluruhan," kata Andika dalam konferensi pers usai bertemu Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Gedung Kartika Adhyaksa Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (14/1).

Posisi Pangkostrad akan ditentukan melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). Andika mengatakan proses Wanjakti kali ini berbeda dengan sebelumnya.

Wanjakti mengikuti petunjuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2019 tentang struktur organisasi TNI. Dalam Perpres tersebut, terdapat sebanyak 28 jabatan tambahan baru yang belum terealisasi. Diantaranya adalah pembentukan komando armada Republik Indonesia dan komando operasi udara nasional.

"Belum lagi ada tiga badan pelaksana pusat TNI baru yang dikepalai oleh bintang dua untuk pusat psikologi TNI, kemudian pusat pengadaan TNI bintang satu dan pusat reformasi birokrasi TNI," ujar Andika.

Andika mengatakan meski sudah ada Perpres, tetapi peraturan turunannya belum ada. TNI saat ini mengebut peraturan turunan ini agar dapat keluar bersamaan proses di Wanjakti.

Saat ini terdapat total 28 jabatan baru termasuk satu bintang tiga dari angkatan udara dan satu bintang tiga dari angkatan laut. Wanjakti nantinya akan mengeluarkan bersamaan jabatan baru dengan beberapa jabatan yang masih kosong tersebut termasuk Pangkostrad.

Terkait dengan kandidat Pangkostrad, Andika menyebut semua perwira dengan pangkat bintang dua sudah memenuhi syarat untuk mengisi posisi tersebut. Stok calon juga disebut banyak dan hanya perlu ditentukan melalui Wanjakti. "Jadi tinggal nanti pada saat wanjakti kita tentukan siapa yang akan menjabat," ujar Andika.

Salah satu nama yang disebut-sebut menjadi kandidat paling kuat sebagai Pangkostrad yakni Mayjen Maruli Simanjuntak. Maruli merupakan menantu Menteri Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Selain itu, ia juga pernah jadi Komandan Paspampres yang membuatnya dekat dengan lingkaran Istana.

Secara tradisi Pangkostrad biasanya memang berasal dari Panglima Daerah Militer (Pangdam). Meskipun beberapa kali Pangkostrad dijabat oleh sosok selain Pangdam.

Jenderal Andika Perkasa misalnya, jadi Komandan Kodiklatad sebelum naik pangkat sebagai Pangkostrad. Letjen Prabowo Subianto juga mengawali karirnya sebagai Pangkostrad dari Komandan Kopassus.

Pangkostrad disebut sebagai jabatan karir paling prestisius di Angkatan Darat. Jabatan ini bahkan seringkali dianggap lebih mentereng ketimbang Wakil KSAD. Siapapun yang jadi Pangkostrad, karier politiknya bakal moncer.

 

Advertisement
Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait