Prabowo Jelaskan Harga Lelang 2 Kapal Perang Jatuh Karena Rusak Berat

Prabowo memaparkan nilai lelang kedua kapal perang berbeda meski keduanya dibeli dengan kisaran harga yang relatif sama yakni Rp 121,03 miliar.
Image title
27 Januari 2022, 16:07
kapal perang
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/rwa.
Sejumlah kru berdiri di samping KRI Escolar 871 setibanya di Dermaga Lantamal VII Kupang, NTT, Kamis (28/01/2021).

Pemerintah menetapkan nilai lelang Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Penyu 513 dan KRI Teluk Mandar 514 masing-masing senilai Rp 4,91 miliar dan Rp 695 juta.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan nilai tersebut diperoleh atas dasar rekomendasi hasil dari tim penelitian. Awalnya Kepala Staf Angkatan Laut (KASL) Laksamana Yudo Margonomengajukan permohonan pemindahan tangan secara lelang kepada Panglima TNI Jenderal Andika Pekasa. Selanjutnya Andika menindaklanjuti permohonan tersebut kepada Prabowo.

"Setelah dilakukan assesment dan verifikasi terhadap dokumen-dokumen yang dipersyaratkan. Kementerian Pertahanan membuat surat kepada Kementerian Keuangan tentang pemohonan pemindahtanganan secara lelang," ujar Prabowo dalam rapat kerja Komisi I Dewan perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah pada Kamis (27/1).

Prabowo kemudian menjelaskan alasan mengapa harga kedua kapal tersebut berbeda meski keduanya dibeli dengan kisaran harga yang relatif sama yakni Rp 121,03 miliar untuk KRI Teluk Penyu dan Rp 121,89 miliar untuk KRI Teluk Mandar.  Selain itu, kedua kapal juga dibeli pada tahun yang sama yakni 1980.

Prabowo menyebut adanya perbedaan indeks harga besi baja. Berdasarkan hasil evaluasi oleh tim lelang harga besi baja untuk KRI Teluk Penyu ditaksir senilai Rp 4.500 per kilogram sementara besi baja KRI Teluk Mandar ditaksir sekitar Rp 2.500 per kilogram.

"Jadi saya kira itu masalahnya adalah kondisi pada saat taksiran harganya berbedaa harga indeks," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan penjualan kedua kapal tersebut tidak akan mengganggu tugas pokok dan fungsi TNI Angkatan Laut. Hal ini lantaran kapal sudah berada dalam kondisi rusak berat.

Secara teknis kondisi kapal sudah tidak layak untuk digunakan karena bangunan kapal banyak yang keropos. "Kondisi material tidak layak digunakan dan perpipaan banyak yang keropos," kata Prabowo.

Secara terpisah, Prabowo mengatakan penjualan kapal sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Beberapa aset TNI juga disebut banyak yang sudah tua dan dipakai secara terus menerus sehingga alamiah jika harus diganti. Prabowo menyebut TNI AL dan Kemenhan sudah menyiapkan pengganti dua kapal tersebut.

"Sudah ada penggantinya dan kita sudah siapkan langkah-langkah (pengadaan kapal)," ujar Prabowo kepada wartawan usai rapat.

DPR  menyetujui rencana pemerintah untuk menjual barang milik negara berupa KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513, buatan Korea Selatan (Korsel).

Kesepakatan ini dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Rapat itu khusus menindaklanjuti Surat Presiden (Surpres) pada 29 Oktober 2021.

Advertisement

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait