Lima Pasien Omicron Meninggal, Mayoritas Belum Vaksin Covid-19 Lengkap

Dari data pasien Omicron yang meninggal, sebanyak 63% pasien memiliki gejala sedang dan berat serta membutuhkan oksigen.
Image title
31 Januari 2022, 17:22
Omicron, vaksin
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Kematian akibat Covid-19 varian Omicron bertambah lagi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sudah ada lima pasien virus corona varian Omicron yang meninggal.

"Sudah ada yang meninggal lima orang positif omicron. Pasien itu 60% belum divaksin lengkap," kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin (31/1).

Dari data pasien yang meninggal tersebut, sebanyak 63% pasien memiliki gejala sedang dan berat serta membutuhkan oksigen.

Sebagian besar kasus Omicron gejala sedang atau berat terjadi pada lansia dan anak-anak. "Kami mengidentifikasi cukup mengejutkan jumlahnya banyak yang anak-anak," ujar Budi.

Melihat kondisi tersebut, ia meminta masyarakat untuk mempercepat vaksinasi Covid-19, terutama pada lansia dan anak-anak. Untuk itu, stok vaksin saat ini diutamakan untuk vaksinasi pada kelompok tersebut.

Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia telah mencapai 2.507 kasus hingga Minggu (30/1).

Sebelumnya, Budi melaporkan salah satu pasien Omicron yang meninggal, MS (54 tahun) merupakan pelaku perjalanan luar negeri dari Belanda. Ia memiliki komorbid obesitas, diabetes melitus, Ketoasidosis diabetik, hipertensi, dan gagal ginjal akut.

MS sudah menerima vaksin dua kali, tapi ia memiliki gejala berat sehingga memerlukan oksigen ventilator.

Pasien yang meninggal berikutnya ialah M (64 tahun) yang memiliki komorbid diabetes melitus, gagal jantung, dan gagal ginjal akut. Ia belum pernah divaksin serta memiliki gejala berat dan bukan merupakan pasien non pelaku perjalanan luar negeri.

Terapi yang diberikan berupa oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC) serta pengobatan Favipirafir dan Azivol.

Pasien yang meninggal berikutnya KSK (78 tahun), merupakan pasien non pelaku perjalanan luar negeri dan non pekerja migran. Ia memiliki komorbid penyakit jantung.

Adapun, KSK sudah divaksin dosis ketiga. Namun, ia mengalami gejala sedang sehingga memerlukan terapi oksigen nasal kanul dan pengobatan.

Budi menjelaskan Jakarta menjadi lokasi pertama penyebaran varian teranyar itu. Kemudian, Omicron akan bergeser ke wilayah Jawa hingga Bali.

"Polanya dari Jakarta akan geser ke Jawa Barat kemudian Banten. Selanjutnya, Omicron akan menyebar ke Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, dan Jogjakarta." kata Budi.

 

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait