Ukraina dan Rusia Sepakat Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata

Selama perwakilan Rusia dan Ukraina membahas perundingan, tentara Putin menyerbu kawasan penduduk di Ukraina.
Image title
1 Maret 2022, 12:01
Rusia, Ukraina
ANTARA FOTO/REUTERS/Stoyan Nenov/AWW/dj
Seorang wanita menangis di sebelah anak-anaknya setelah meninggalkan Ukraina akibat invasi Rusia, di penyeberangan perbatasan di Siret, Rumania, Senin (28/2/2022).

Perwakilan pemerintah Ukraina dan Rusia mulai bernegosiasi untuk membahas gencatan senjata mengakhiri perang. Namun, pertemuan pertama ini berakhir tanpa adanya kesepakatan.

Pertemuan berlangsung hampir lima jam antara perwakilan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina di dekat perbatasan Belarusia-Ukraina pada Senin, 28 Februari.  

Dilansir dari Aljazeera, Vladimir Medinsky yang menjadi pemimpin delegasi perwakilan rusia mengatakan kedua belah pihak setidaknya telah menemukan beberapa poin dan menyepakati agenda pertemuan berikutnya.

Adapun penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelinsky, yakni Mykhailo Podolyak mengatakan pertemuan tersebut berfokus pada kemungkinan gencatan senjata dan agenda pertemuan berikutnya.

"Pertemuan berikutnya akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang di perbatasan Polandia-Belarusia, ada kesepakatan untuk itu," kata Medinsky.

Selama delegasi berlangsung, Rusia tetap melanjutkan invasi ke Ukraina. Kepala administrasi regional Oleg Synegubov menyebut setidaknya terdapat 11 korban jiwa pasca Artileri Rusia membombardir wilayah perumahan Kharkiv pada Senin lalu.

Padahal menurut Synegubov, tidak terdapat tentara Ukraina maupun infrastruktur yang bersifat strategis terkait perang pada kompleks perumahan tersebut.

“Ini terjadi pada siang hari, ketika orang-orang keluar ke apotek, untuk membeli bahan makanan, atau untuk air minum. Itu kejahatan," katanya.

Rusia Serang Kawasan Penduduk


Artileri Rusia membombardir distrik perumahan Kharkiv pada hari Senin, menewaskan sedikitnya 11 orang, kata pejabat Ukraina.

Kepala administrasi regional Oleg Synegubov mengatakan artileri Rusia telah menggempur distrik perumahan meskipun tidak ada posisi tentara Ukraina atau infrastruktur strategis di sana. Sedikitnya 11 orang tewas, katanya.

“Ini terjadi pada siang hari, ketika orang-orang keluar ke apotek, untuk membeli bahan makanan, atau untuk air minum. Itu kejahatan," katanya.

Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Anton Herashchenko sebelumnya mengatakan terdapat puluhan korban yang meninggal setelah Rusia meluncurkan roket ke kota Kharkiv pada Senin lalu. Namun Herashchenko menyebut informasi mengenai jumlah korban tidak dapat diverifikasi secara independen.

Kepala pemerintahan daerah Donetsk, Pavlo Kyrylenko menyebut invasi terus berlanjut di sekitar kota pelabuhan Mariupol. Namun, ia tidak menyebut terkait hasil invasi tersebut. Apakah tentara Rusia berhasil merebut maupun kehilangan wilayah tersebut.

Kantor Berita Rusia Interfax melaporkan, pasukan Rusia telah merebut dua kota kecil di wilayah tenggara Ukraina dan sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir. Adapun Ibukota Ukraina, Kyiv saat ini masih berada dalam kendali pemerintah Ukraina.

Menurut data PBB, sejauh ini terdapat lebih dari setengah juta penduduk yang melarikan diri dari Ukraina. Kemudian tercatat setidaknya ada 102 warga sipil yang tewas sejak Rusia memulai invasi.

Advertisement
Infografik_Konflik panjang berujung perang rusia ukraina
Infografik_Konflik panjang berujung perang rusia ukraina (Katadata/ Pretty Juliasari)






Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait