Pertama Kalinya, Jalan Tol di Bali Dibangun dengan Jalur Sepeda

Jalan tol Gilimanuk-Mengwi akan dibangun di jalur dekat pantai dengan lebih dari 90 underpass.
Image title
8 Maret 2022, 15:18
jalan tol. Bali
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Pecalang atau petugas pengamanan desa adat di Bali memantau situasi di area Monumen Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di wilayah Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Kamis (3/3/2022).

Pemerintah akan membangun jalan tol Gilimanuk-Mengwi, Bali mulai pertengahan 2022. Jalan tol ini yang pertama dilengkapi dengan jalur sepeda di dalam negeri.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jalur sepeda ini akan ditempatkan di bagian tol yang berdekatan dengan pantai. Sebagai informasi, Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki panjang 96,84 kilometer (Km) dan melintasi tiga kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan, dan Badung.

"Ini mungkin jalan tol pertama yang ada jalur sepedanya di Indonesia karena (wilayah yang dilalui Tol Gilimanuk-Mengwi) ini daerah wisata, maka harus menyesuaikan kebutuhan tempat wisata," kata Basuki dalam upacara Penandatanganan Perjanjian Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Selasa (8/3).

Basuki mengatakan tol Gilimanuk-Mengwi akan dibangun di jalur dekat pantai dengan lebih dari 90 underpass. Pertimbangannya demi menjaga kelestarian lingkungan dalam proses pembangunan.

Advertisement

Awalnya, PUPR berencana membangun tol di tengah-tengah Pulau Bali. Namun, rencana itu dibatalkan karena akan merusak kelestarian alam di Pulau Dewata saat proses konstruksinya.

Secara total, Tol Gilimanuk-Mengwi akan memiliki tiga jalur, yakni jalur sepeda, jalur kendaraan bermotor roda dua, dan kendaraan roda empat dan lebih. Untuk kendaraan roda, kecepatan rata-rata yang diatur di jalan bebas hambatan ini adalah 40 kilometer per jam.

Konstruksi Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan mulai dibangun pada Juni 2022 dan dapat dioperasikan pada November 2024. Tol terpanjang di Pulau Bali ini akan dibagi menjadi tiga seksi, yakni Gilimanuk-Pekutatan (54,7 Km), Pekutatan-Soka (23,17 Km), dan Soka-Mengwi (18,29 Km).

Tol kedua di Pulau Dewata ini akan memiliki enam simpang susun. Pengoperasian tol ini dapat memangkas waktu tempuh dari Gilimanuk ke Mengwi dari 6 jam menjadi 1-1,5 jam.

"(Saat ini), kalau dari Denpasar ke Gilimanuk, selain supirnya harus fit dan kendaraan harus prima, harus tambah doa. Karena kalau kendaraan rusak harus sampai 12 jam (lama perjalanannya)," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit.

Tol Gilimanuk-Mengwi ini telah dilelang sejak 25 Februari 2021. Pada 7 Maret 2022, konsorsium PT Sumber Rhodium Perkasa (SRP), PT Cipta Sejahtera Nusantara (CSN), dan PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) sebagai pemenang lelang pengusahaan tol tersebut.

Ketiga konsorsium tersebut membentuk suatu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Jagat Kerthi Bali (JKB) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) Tol Gilimanuk-Mengwi. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Gilimanuk-Mengwi, SRP memiliki saham sebesar 80% dalam JKB, CSN sebesar 15%, dan BSDA sebesar 5%.

Total investasi yang ditanamkan konsorsium itu mencapai Rp 24,6 triliun dengan tingkat pengembalian investasi per tahun atau internal rate of return (IRR) sebesar 11,46%.

Gubernur Bali Wayan Koster mendata pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi akan melintasi tanah yang dimiliki 8.643 orang. Sejauh ini, sebanyak 8.461 pemilik tanah telah menyetujui pembangunan tol tersebut dan bersedia melepas tanahnya sesuai hukum.

"Mereka (pemilik tanah) sangat berharap pembangunan (Tol Gilimanuk-Mengwi) bisa segera diwujudkan karena dapat meningkatkan perkonomian yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga kabupaten," kata Koster.

 Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir menggenjot pembangunan jalan tol.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), panjang jalan di Indonesia yang baru mencapai 348,08 ribu kilo meter (km) pada 2000. Dalam dua dekade, panjang jalan tersebut telah bertambah 57,54% menjadi 548,37 ribu kilo meter (km) pada 2020. Berikut grafik Databoks: 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait