Properti Industri Diramal Tumbuh Tahun Ini Seiring Ekonomi Membaik

Potensi sektor properti industri terus tumbuh, terlihat dari geliat pengembang yang mempersiapkan pembukaan lahan baru.
Image title
11 Maret 2022, 14:42
properti industri
Arief Kamaludin|KATADATA
Pabrik kendaraan di kawasan industri Cikarang.

Sektor properti industri di wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan meningkat tahun ini. Potensi sektor properti industri terus tumbuh, terlihat dari geliat pengembang yang mempersiapkan pembukaan lahan baru.

"Pembukaan lahan baru oleh pengembang di beberapa lokasi dengan persediaan lahan terbatas umumnya dilakukan untuk
mengantisipasi permintaan pada masa mendatang," kata Industrial Manager Knight Frank Indonesia Ipung Rachmaningtyas dikutip dari laporan riset, Jumat (11/3).

Pada 2022, beberapa sektor manufaktur yang diperkirakan menyerap properti industri adalah sektor kimia, pergudangan modern, otomotif dan turunannya, farmasi, dan fast moving consumer goods (FMCG). "Studi (penggunaan lahan industri) di Indonesia biasanya 1-2 tahun sebelum keputusan untuk investasi," kata Ipung.

Okupansi properti industri terlihat stagnan sejak 2016, tapi harga lahan di Jakarta dan sekitarnya konsisten tumbuh. "Di beberapa lokasi yang memiliki kedekatan dengan pintu tol atau infrastruktur terbangun, biasanya terjadi kelangkaan supply atau belum ada gudang (industri) yang kosong," kata Ipung.

Advertisement

Berdasarkan data Knight Frank, peningkatan harga lahan properti industri tertinggi ada di Bogor. Properti industri di Kota Hujan telah menyentuh level Rp 6 juta per meter persegi pada tahun lalu.

Adapun okupansi tertinggi ada di kawasan Bekasi atau mencapai 72% di koridor timur. Tingkat okupansi di Bekasi berkontribusi lebih dari 50% pada tingkat okupansi di Jakarta dan sekitarnya.

Sepanjang 2021, lahan properti industri yang terserap mencapai 113 ribu hektare. Saat ini total pasokan properti industri hanya 13.711 hektare.

Ipung meramalkan properti industri yang ada di Bekasi akan memiliki daya tarik tinggi. Pasalnya, lanjut Ipung, lahan industri di Bekasi cenderung dekat dengan jalan tol dan pelabuhan kering.

Selain itu, kawasan industri di Bekasi cenderung lebih dekat ke Pelabuhan Patimban dibandingkan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Hal dinilai akan meringankan beban Pelabuhan Tanjung Priok yang juga menjadi salah satu tujuan pemerintah.

 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait