Terbanyak ke Swiss, Ekspor Perhiasan RI Capai Rp 35 T di Semester I

Swiss merupakan salah satu negara tujuan ekspor perhiasan Indonesia dengan kontribusi volume ekspor mencapai 35% pada 2021.
Andi M. Arief
19 Agustus 2022, 13:48
Swiss, perhiasan, ekspor
ANTARA FOTO/REUTERS/Denis Balibouse
Seorang model menunjukkan berlian biru tua mewah dengan berat 7,03 karat, dipasang oleh toko perhiasan Moussaieff yang diperkirakan akan berharga antara 10 hingga 14 juta dolar AS, saat pratinjau rumah lelang Christie di Jenewa, Swiss, Kamis (7/11/2019).

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mencatat nilai ekspor perhiasan domestik naik 92,68% secara tahunan menjadi US$ 2,37 miliar atau sekitar Rp 35,2 triliun pada semester I-2022. Swiss merupakan negara tujuan utama ekspor perhiasan Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pangsa pasar perhiasan lokal di pasar ekspor naik menjadi 2,5% pada 2021 dari realisasi 2020 sebesar 2%. Dengan demikian, Indonesia menduduki peringkat ke-14 dalam kontribusi ke pasar perhiasan dunia pada akhir 2021.

"Hal ini menunjukkan bahwa industri perhiasan Indonesia masih memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang dalam meningkatkan pangsa pasarnya,” kata Agus dalam keterangan resmi, Jumat (19/8).

Agus mencatat Swiss merupakan salah satu negara tujuan ekspor perhiasan Indonesia dengan kontribusi volume ekspor mencapai 35% pada 2021. Capaian tersebut diikuti oleh Amerika Serikat sebanyak 26%, sedangkan Uni Emirat Arab dan Hongkong berkontribusi masing-masing sebesar 11%.

Advertisement

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan performa ekspor industri perhiasan nasional berpotensi terus meningkat. Hal tersebut ditunjukkan dengan industri perhiasan skala besar dan menengah yang mencapai 98 unit.

Reni mencatat industri perhiasan nasional telah menyerap tenaga kerja lebih dari 21.000 orang hingga saat ini.

Reni mengatakan perintah akan menjaga iklim usaha industri perhiasan di dalam negeri tetap kondusif. Hak tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan perusahaan.

Untuk menjaga iklim usaha industri perhiasan, Reni mengatakan Kemenperin akan memperbaiki rantai pasok industri perhiasan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mempermudah akses bahan baku.

Untuk menggenjot pertumbuhan nilai ekspor, Kemeperin mendukung Pameran Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) yang melibatkan 30 industri perhiasan berkala kecil dan menengah. JIJF merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di Indonesia yang bertujuan sebagai ajang promosi dan temu bisnis bagi para pelaku usaha di sektor industri perhiasan.

Pameran JIJF 2022 diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) pada 18-21 Agustus 2022 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Ajang ini akan menampilkan beragam pilihan perhiasan emas, perak, mutiara, berlian, serta batu mulia dan semi batu mulia, dengan variasi desain berteknologi tinggi.

Reni saat ini mendorong penurunan tarif bea masuk produk perhiasan di negara tujuan ekspor. Maka dari itu, Reni akan memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional.

Berdasarkan catatan Katadata, setidaknya ada tiga Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) baru pada 2021-2022, yakni Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-Korea CEPA, dan Indonesia-Uni Emirate Arab CEPA.

 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait