Isu Jadi Cawapres dalam Pilpres 2024, Jokowi: Bukan Saya Loh!

Jokowi menegaskan berbagai isu terkait pencalonan Pilpres 2024 bukan berasal dari dirinya.
Rizky Alika
16 September 2022, 13:20
Jokowi, Pilpres 2024
Humas Kementerian Pertanian
Presiden Joko Widodo.

Baru-baru ini muncul wacana Presiden Joko Widodo bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Jokowi mempertanyakan kemunculan wacana tersebut, dan menjelaskan bukan dia yang memunculkan isu itu.

"Ini muncul lagi jadi wapres, itu (isu) dari siapa?" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (16/9).

Jokowi enggan menerangkan apapun lantaran kabar itu bukan berasal dari dirinya. "Kalau dari saya, akan saya terangkan. Kalau tidak dari saya, saya tidak mau menerangkan," ujar dia.

Kepala Negara memastikan, berbagai isu terkait pencalonan Pilpres bukan berasal dari ia sendiri. Beberapa kabar yang beredar seperti Jokowi akan menjabat tiga periode hingga perpanjangan masa jabatan presiden sudah ia jawab.

Advertisement

"Sejak awal saya sampaikan bahwa ini yang menyiapkan bukan saya loh ya," katanya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, juga menanggapi polemik wacana presiden dua periode bisa menjadi cawapres. Ia menilai, Jokowi menjadi cawapres merupakan hal biasa.

"Namanya juga wacana. Yang nggak boleh itu saya sama Pak Jokowi. Karena saya tidak menjadi calon," kata Hasto.

Untuk itu, Hasto menilai lebih baik membantu rakyat bagaimana mengatasi kenaikan harga BBM ketimbang membahas calon presiden dan cawapres. "Bagi kami pemilu masih jauh, sehingga fokus saja," ucapnya.

Oleh sebab itu, Hasto tidak ingin berkomentar lebih jauh terkait pernyataan dari juru bicara MK tersebut.

Hasto merespons pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono tentang presiden dua periode bisa menjadi cawapres seusai mengisi kuliah umum di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis petang.

Fajar mengatakan, prinsip politik ialah mengedepankan kepatutan. Namun, hal yang paling penting ialah memenuhi harapan rakyat. "Jadi, kita tangkap dulu harapan rakyat bagaimana," ujar dia.

Selain itu, penting untuk memastikan Indonesia menjadi negara maju. "Kemudian menjadi pemimpin, dan disegani di antara bangsa-bangsa lain di dunia," ujar Fajar.

Namun. MK telah mengklarifikasi pernyataan presiden dua periode bisa menjadi cawapres. Pernyataan itu adalah pernyataan pribadi Jubir MK Fajar Laksono, bukan sikap resmi lembaga MK.

"Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi RI," ujar siaran pers Humas MK.

Pernyataan tersebut merupakan respons jawaban yang disampaikan dalam diskusi informal pada saat menjawab wartawan yang bertanya melalui chat WhatsApp, bukan dalam forum resmi, door stop, apalagi dalam ruang atau pertemuan khusus yang sengaja dimaksudkan untuk itu.

Dalam keterangan ini, MK hanya menyebut bahwa isu tersebut tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan mereka. Sehingga, MK tidak memberi penjelasan lanjutan apakah memang di konstitusi presiden dua periode bisa jadi cawapres atau tidak.

 

Reporter: Rizky Alika, Ade Rosman
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait