Jokowi Segera Umumkan Endemi Covid-19, Ahli Usul Tunggu 6 Bulan

Pemerintah masih perlu mengantisipasi kemungkinan terjadi pandemi kembali.
Rizky Alika
4 Oktober 2022, 14:20
jokowi, endemi covid-19
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.
Peneliti melakukan riset medis di Laboratorium Central Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (19/9/2022).

Presiden Jokowi mengatakan kemungkinan pemerintah akan menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir dan memasuki masa endemi. Namun, ahli epidemiologi mengusulkan pemerintah menunggu hingga enam bulan kedepan untuk mengumumkan masa endemi.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko menilai pernyataan akhir dari pandemi sebaiknya dinyatakan enam bulan kemudian. Alasannya perlu waktu untuk melihat penyebaran mutasi Covid-19 di Indonesia.

"Kalau dikatakan sebagai penyakit biasa, artinya pemerintah harus menyediakan layanan kesehatan yang baik," kata Tri Yunis kepada Katadata.co.id, Selasa (4/10).

Adapun Mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menyebutkan meski pandemi akan berakhir, pemerintah perlu mengantisipasi wabah lain.

Advertisement

Dia menyarankan pemerintah perlu antisipasi dengan membuat berbagai program nasional yang terimplentasi dengan baik. Antisipasi itu perlu disiapkan sejak saat ini. “Perlu antisipasi kalau ada wabah dan atau pandemi lain,” kata Tjandra kepada Katadata, Selasa (4/10).

Menanggapi Jokowi yang akan mengumumkan endemi Covid-19, Tjandra menilai sejatinya pernyatan akhir dari pandemi dikeluarkan oleh WHO. Namun, masing-masing negara dapat menyatakan situasi Covid-19 di negaranya sudah teratasi baik.

Pernyataan tersebut menjadi hak negara masing-masing apabila pandemi sudah terkendali. Bagaimanapun, pandemi merupakan wabah di semua negara. Untuk itu, pernyataan akhir pandemi akan dilakukan oleh WHO. "Karena menyangkut semua negara," ujar dia.

Adapun, Dirjen WHO telah mengatakan akhir pandemi sudah di depan mata. Sebab, situasi Covid-19 di semua negara sudah tekendali dari jumlah kasus, kematian, dan cakupan vaksinasi yang semakin tinggi.

Tjandra memastikan, tidak ada kriteria pasti untuk menyatakan pandemi berakhir. Namun, indikator akhir pandemi dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu jumlah kasus rendah, kematian rendah, serta angka kasus dan kematian stabil rendah.

Kemudian, cakupan vaksinasi dan kekebalan masyarakat memadai serta aspek pelayanan kesehatan yang dapat mentoleransi kasus yang ada.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun virus corona telah terkendali. Apalagi, pandemi telah mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan.

"Kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya tidak ada arti apa-apa," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden memprediksi pandemi virus corona bakal segera berakhir. Ini sejalan dengan meredanya jumlah penularan kasus Covid-19 di tanah air.

“Pandemi memang mulai mereda. Mungkin sebentar lagi akan kita nyatakan pandemi sudah berakhir,” kata Jokowi, Senin (3/10).

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan, situasi perekonomian global tetap harus diperhatikan karena pemulihan ekonomi pascapandemi belum kembali normal, bahkan memburuk.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait