Temasek Suntik Startup Shopback Pendanaan Rp 1 Triliun

Perusahaan akan menggunakan dana untuk pengembangan infrastruktur teknologinya.
Image title
13 Maret 2020, 21:19
shopback, digital
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Suasana pameran e2eCommerce Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Startup gaya hidup Shopback memperoleh suntikan pendanaan lanjutannya sebesar US$ 75 juta atau Rp 1 triliun dari perusahaan raksasa asal Singapura, Temasek.  Selain Tamasek, investor lain yang terlibat pendanaan yaitu Rakuten, EDBI, EV Growth, Cornerstone Ventures, dan 33 Capital.

Sejak didirikan 2014, Shopback telah meraih pendanaan senilai US$ 113 juta atau Rp 1,6 triliun. Perusahaan akan menggunakan dana untuk pengembangan infrastruktur teknologinya. Dengan teknologi itu Shopback ingin memperluas kemampuan penganalisaan data guna memberikan insight bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan di pasar-pasar utamanya.

(Baca: 11 Tips Berburu Diskon hingga Belanja Hemat Saat Harbolnas)

CEO dan Co-Founder ShopBack Henry Chan mengatakan Shopback juga akan mengembangkan fitur-fitur baru di aplikasinya. "Itu akan membantu pengguna untuk menghemat lebih banyak uang dan waktu dengan membuat keputusan belanja," ujar dia dalam siaran pers pada Jumat (13/3).

Perusahaan ini beroperasi sebagai kurator e-commerce. Platform ShopBack terhubung dengan milik e-commerce. ShopBack kemudian memberikan pengguna rewards berupa cashback dari berbagai jenis kategori produk mulai dari dagangan umum, travel booking, fesyen, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan rumah tangga, serta pesan antar makanan. "Inovasi produk serta fokus terhadap customer merupakan inti dari ShopBack," kata Chan.

Saat ini, ShopBack telah memiliki lebih dari 19 juta pengguna di tujuh pasar Asia Pasifik yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan dan Australia. ShopBack hadir di Indonesia di awal 2016.

(Baca: Riset: Rerata Konsumen Indonesia Belanja Rp 3,9 Juta di E-commerce)

Di Indonesia, hingga saat ini ShopBack digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna dan telah memberikan rewards lebih dari Rp 146 miliar. Di penghujung tahun 2019, rata-rata transaksi online melalui ShopBack meningkat hingga delapan kali per bulan.

Country General Manager ShopBack Indonesia Galuh Chandra Kirana mengatakan pangsa pasar Indonesia dianggap potensial. Menurutnya perkembangan layanan pemesanan online, baik di e-commerce maupun travel commerce sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia.

"Ditambah lagi, masyarakat Indonesia saat ini sudah terpapar dengan hadirnya berbagai macam rewards seperti cashback saat melakukan transaksi belanja," ujar Galuh.

Advertisement

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait