LinkAja Siapkan Fitur Paylater Gandeng Bank dan Fintech

LinkAja menargetkan menyediakan fitur paylater sebelum akhir tahun.
Cindy Mutia Annur
7 November 2019, 14:23
linkaja, paylater, bank BUMN
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi. LinkAja menyiapkan fitur paylater dengan mengajak kerja sama bank BUMN.

Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran, LinkAja, sedang menyiapkan layanan paylater pada akhir tahun ini. PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), perusahaan yang menaungi platform LinkAja, akan menggaet sejumlah bank dan fintech dalam kolaborasi layanan tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) LinkAja Danu Wicaksana mengatakan, layanan paylater itu nantinya dibuat dapat bermitra dengan pemain lain di industri keuangan, baik dari shareholders maupun swasta. Fitur paylater ditargetkan tersedia sebelum akhir tahun.

"Ditunggu saja (informasinya) bulan depan. Sebelum akhir tahun mudah-mudahan sudah live," kata Danu kepada Katadata.co.id saat ditemui di di sela-sela acara Perbanas Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

(Baca: Perkuat Layanan Transportasi, LinkAja Hadir di Gojek, Grab dan Bonceng)

Tujuan LinkAja membuat paylater adalah untuk mempermudah para konsumen khususnya yang menengah ke bawah melalui fitur cicilan tersebut. "Kami ingin jadi akses keuangan ketika orang ingin membayar listrik tapi cash-nya seret. Jadi bisa pakai paylater dulu," kata Danu.  

Namun, LinkAja bakal memastikan bahwa pengguna paylater ini nantinya merupakan orang-orang yang mempunyai akses know your customer (KYC). Sehingga, mereka pun dapat memastikan kejelasan profil dari pengguna layanan tersebut.

(Baca juga: Sistem Cicilan Paylater di Traveloka Tumbuh 50 Kali Lipat)

Fitur paylater adalah salah satu tren yang diminati milenial belakangan ini. Beberapa perusahaan aplikasi besar seperti Gojek, OVO, Tokopedia dan Traveloka menawarkan fitur ini di platformnya.

Aplikasi seperti Akulaku dan Kredivo pun menawarkan fasilitas kredit tanpa kartu kredit dengan manfaat serupa. Fasilitas ‘beli sekarang bayar belakangan’ dapat dipakai untuk perjalanan, pembelian makanan, transportasi hari-hari hingga banyak produk konsumsi lainnya.

(Baca juga: Pahami Risiko Pay Later, Fitur Penggoda Milenial Berbelanja)

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait